Selamat Datang Di Blog Ulun Disini Wadah Ulun Bebagi Pengetahuan

Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2011

si buta wan si bungkuk

Di suatu kampung tinggallah dua orang pemuda sebaya. Mereka bersahabat akrab sekali. Kemana pun mereka pergi selalu bersama. Boleh dikata tidak pernah terjadi pertengkaran di antara mereka. Jika yang seorang sedang marah, yang seorang lagi berdiam diri atau membujuk sehingga kemarahannya reda. Begitu juga jika ada kesulitan, selalu mereka atasi bersama.
Pada dasarnya, mereka memang saling membutuhkan karena keadaan tubuh mereka mengharuskan demikian. Pemuda yang satu bertubuh kekar, tetapi buta matanya; pemuda yang lain dapat melihat, tetapi bungkuk tubuhnya. Oleh karena itu, orang menyebut mereka si Buta dan si Bungkuk.
Si Buta sangat baik hatinya. Tidak sedikit pun is curiga kepada temannya, si Bungkuk. Ia percaya penuh kepada temannya itu, walaupun si Bungkuk sering menipu dirinya. Kejadian itu selalu berulang setiap mereka menghadiri selamatan. Si Buta selalu duduk berdampingan dengan si Bungkuk. Pada saat makan, si Buta selalu mengeluh.
“Pemilik rumah ini kikir sekali!” bisiknya kepada si Bungkuk agar jangan didengar orang lain. “Tak ada secuil pun ikan, kecuali sayur labu.”
Si Bungkuk hanya tersenyum karena keluhan temannya itu akibat ulahnya. Secara diam-diam ia memotong daging ayam yang cukup besar di piring si Buta dan ditukar dengan sayur labu. Akibatnya, piring gulai si Buta hanya berisi sayur labu.
Si Bungkuk merasa bahagia bersahabat dengan si Buta. Setiap ada kesempatan, ia dapat memanfaatkan kebutaan mata temannya untuk kepentingan sendiri. Si Buta yang tidak mengetahui kelicikan si Bungkuk juga merasa senang bersahabat dengan temannya itu. Setiap saat si Bungkuk dapat menjadi matanya.
Pada suatu hari, si Bungkuk mengajak si Buta pergi berburu rusa. Tidak jauh dari kampung mereka ada hutan lebat. Bermacam-macam margasatwa hidup di sana seperti burung, siamang, binatang melata, dan rusa.
Konon, pada waktu itu belum ada pemburu menggunakan senapan untuk membunuh hewan buruan. Penduduk yang ingin mendapatkan rusa atau binatang lain biasanya menggunakan jerat yang diseebut jipah (faring). Kadang mereka berburu menggunakan anjing pelacak dan tombak. Cara ini akan dipakai si Bungkuk dan si Buta untuk berburu.
“Kalau kita dapat membunuh seekor rusa, hasilnya kita bagi dua sama rata,” ujar si Bungkuk.
Tentu saja si Buta sangat gembira mendengar hal itu. itua segera menuntun anjing pelacak yang tajam India penciumannya, sedangkan si Bungkuk siap dengan tombak di tangan kanannya. Mereka berdua mengikuti arah yang ditunjukkan anjing pelacak itu.
Rupanya hari itu mereka bernasib balk. Seekor rusa jantan yang cukup besar berhasil mereka tombak. Tanduknya bercabang-cabang indah dan layak dijadikan hiasan dinding.
Si Bungkuk segera membagi rusa hasil buruan itu menjadi dua bagian. Akan tetapi, dengan segala kelicikannya, si Buta hanya mendapat tulang-tulang. Daging dan lemak rusa diambil si Bungkuk.
“Karena daging rusa sudah dibagi, kita masak sendiri sesuai selera kita,” kata si Bungkuk.
Si Buta menurut saja karena pikirnya memang demikian seharusnya. Padahal dengan cara itu, si Bungkuk bermaksud agar daging yang dimilikinya jangan secuil pun dimakan si Buta.
Walaupun si Buta tidak dapat melihat, kemampuannya memasak gulai tidak diragukan sedikit pun. Terbit air liur si Bungkuk mencium bau masakan si Buta. Si Bungkuk tidak pandai memasak.
Si Buta Dan Si BungkungAkhirnya, si Bungkuk dan si Buta menghadapi masakan rusa yang telah mereka masak dan siap menyantapnya.
“Sedaap!” kata si Bungkuk sambil memasukkan potongan daging yang besar ke dalam mulutnya.
“Nikmat!” kata si Buta sambil mengambil sepotong tulang yang besar dari piring dan menggigitnya. Si Buta bersungut-sungut karena yang digigit, ternyata tulang semua.
“Sayang,” katanya, “rusa begitu besar, tetapi tak punya daging! Besok kita berburu lagi, tetapi rusa itu harus gemuk dan banyak dagingnya.”
Si Bungkuk tersenyum mendengar perkataan si Buta. Si Buta merasa sayang jika tulang-tulang rusa yang telah dimasaknya dengan susah payah tidak dimakan. Oleh karena itu, is mencoba menggigit tulang itu lagi. Akan tetapi, tulang itu sangat keras sehingga tetap tidak tergigit.
Hal itu membuat si Buta semakin penasaran. la mengerahkan segenap tenaga dan menggigit tulang itu sekuat-kuatnya hingga bola matanya hendak keluar dari lubang mata.
Tuhan sudah menakdirkan rupanya. Keajaiban pun terjadi. Mata si Buta tidak buta lagi.
“Aku bisa melihat!” teriaknya kegirangan. Si Buta menatap sekelilingnya. Ketika is melihat tulang-tulang rusa di piringnya dan di piring si Bungkuk daging yang empuk, bukan main marahnya.
“Sekarang, terbukalah topeng kebusukanmu selama ini!” katanya.
Si Buta memungut tulang rusa paling besar, lalu si Bungkuk dipukul dengan tulang itu. Jeritan si Bungkuk meminta ampun tidak dihiraukannya sama sekali. Seluruh tubuh si Bungkuk babak belur. Seperti si Buta, keanehan pun terjadi pada si Bungkuk. Ketika la bangkit, ternyata punggungnya menjadi lurus seperti orang sehat. “Aku tidak bungkuk lagi! Aku tidak bungkuk lagi!” teriak si Bungkuk

kisah banjar "si palui

WAYAH malam hari raya tadi Palui wan kakawalannya umpat jua manjadi amil zakat di masigit. Sakalian mahadangi urang maantar fitrah bubuhannya salajur jua batakbiran. Ada pang sampai pukul dua balas hanyar tuntung bulikan ka rumah.
"Ujar tuan guru bahwa urang nang kada ganap puasanya alias balang kambingan atawa nang puasa ramadhan sanin kamis mustinya kada usah umpat batakbiran," ujar Garbus manyindir Tulamak wayah bulik matam masigit.
"Kalu kada umpat batakbiramn maka makin katahuan banar kada puasa, jadi sakakalinya kada pamuasa, jarang tarawih lalu kada umpatan marayaakan hari fitrah, maka bisa dipadahakan urang islam KTP haja," ujar Tulamak pina manyasal.
"Nah Mak, sasal dahulu pandapatan sasal kamudian kadada gunanya," ujar Garbus.
"Ayu ja aku bajanji, tahun kaina aku bahimat baibadat ujar mambayar karugianku tahun ini," ujar Tulamak.
"Mudahan ikam panjang umur," ujar Palui manyahutakan janji Tulamak dihadapan Garbus.
"Cuba cuntuh si Palui urang nang taat baibadat kada katinggalan waktu ujar Garbus maambung Palui.
"Palui ini tamasuk urang kumplit," ujar Tulamak.
"Alhamdulillah imbah puasa ini aku bujur-bujur asa lapang dada, kada lagi nang dipikirakan. Puasa kawa sabulanan, tarawih kada katinggalan, zakat fitrah dipunahi, lalu sudah basalaman, sudah barelaan, sudah bamamafan lahir bathin wan kakawalan, wan warung pakacil Isul wan kuperasi. Samunyaan sudah ihlas kadada lagi sangkut paut hutang-hutang," ujar Palui lihum.
"Kanapa Lui, kadada lagi sangkut paut hutang-piutang?" ujar Garbus batakun.
"Bujur Bus ai, aku sudah minta maaf barelaan wan pakacil Isul nang bawarung, wan julak Ambrun nang mangariditakan sapida, wan gulu Janang nang mahutangi baju salawar dan bubuhan sidin-sidin samunyaan sudah ihlas mamaafakan aku dan rela bila ada nang bakalangan di hati," ujar Palui.
"Ikam salah tafsir Lui ai, maaf bamaafan itu ihlas haja bila ada salah hilaf tapi sual hutang kada kawa dimaafakan karna itu urusan dunia," ujar Tulamak.
"Bujur bubuhan sidin kutakuni dan hakun mamafaakan aku lahir bathin, dunia akhirat," ujar Palui mangarasi.
"Ayu ja tapintar ikam bapander Lui ai, mudahan bubuhan sidin bujur-bujur ikhlas," ujar Garbus kada kawa malawani Palui nang pambabal.
"Mudahan ai sidin-sidin itu kada purun lagi managih karna samunyaan sudah barelaan lahir batin, dunia akhirat tamasuk hutang-hutangku nang jumlahnya ratusan ribu," ujar Palui pina kahimungan banar.

Rabu, 09 Februari 2011

isi surat itu

Memory juli 2008…

Hari Pertama
Entah darimana harus ku mulai ceritaku ini. Siang itu rasanya aku pengen banget kekantin..aku juga ga tau kenapa. Akhirnya aku ngajak teman-temanku. Padahal hari-hari sebelumnya aku tu paling males yang namanya kekantin. Karna kantin kan selalu rame, jadi aku paling seneng makan diluar kampus.
Ketika didalam kantin aku melihat ada cowok manis yang ga pernah aku lihat sebelumnya..maklum abis selesai kuliah aku langsung pulang, jadi ga begitu banyak kenal anak-anak kampus.
Uuh..kenapa pandanganku ga mau lepas dari “Dia”. Sampai Dia pergi ninggalin kantin, baru dech aku selesai memandangnya. Dalam hati aku bertanya-tanya, “siapa ya Dia” ?? Apa kakak tingkat atau anak luar yaa??? Pertanyaan itu yang selalu ada dipikiranku sampai memasuki lokal.
Aku pikir sampai dirumah, aku bakal lupa ma cowok itu. Ternyata aku salah. Bahkan malam sebelum tidur, cowok manis itu datang mengganggu pikiranku lagi.

Hari Kedua
Keesokan harinya..waktu aku lagi duduk ma teman-temanku didepan gerbang, aku ketemu ma cowok itu..Inilah kesempatanku untuk mencari info tentang Dia. Dan akhirnya aku tau siapa Dia..!!!
Waktu aku kekantin, aku ketemu lagi ma Dia. Seneeeng banget. Aku ajak aja ngobrol..eeh ternyata Dia cowok yang sangat ramah. Itu membuat aku tambah menyukainya. Rasanya tiap hari aku pengen ketemu Dia terus.

Hari-hari selanjutnya
Perasaan apa ini..??Awalnya aku juga ga ngerti apa yang sedang aku rasakan. Kenapa rasa rindu ini selalu menghampiri hatiku. Sejak aku kenal Dia, perasaanku makin ga menentu. Bayanganya selalu ada dibenakku. Ya Tuhan .. apa ini yang namanya jatuh cinta.
Sejak hari itu aku jadi makin sering mikirin Dia. Sampai akhirnya aku tahu No.HPnya. Dan aku selalu mikirin cara buat bisa dekat ma Dia. Apa yaach?? Emm..akhirnya aku dapat ide. Aku telp Dia, dan minta tolong buat ngetikan tugasku.
Ternyata Dia emang cowok yang baik banget..buktinya tanpa pikir panjang dan perasaan curiga Dia langsung nolongin aku dan temanku. Ya ampun aku seneng banget.. Ini kesempatan buat aku untuk kenal dia lebih jauh lagi. Dan dari situlah awal kedekatan kami…
Makin hari aku makin dekat ma Dia, dan perasaanku pun makin dalam. Aku bener-bener yakin kalo aku emang lagi jatuh cinta ma Dia. Uuuh..Dia tahu ga tentang perasaanku ini..?klo Dia tahu..Dia ngerasain yang sama ga yach?? Tapi aku ga perduli itu semua. Karna yang penting , aku bisa kenal ma Dia tu udah buat hatiku seneng banget.
Yaa Tuhan..ternyata Dia juga ngerasa apa yang aku rasain. Dan aku bersyukur banget akhirnya perasaanku selama  ini ga bertepuk sebelah tangan. Tepat tanggal 17 Agustus setelah buka puasa Nisfu Sya’ban, aku ma Dia berkomitmen untuk ngejalani hubungan ini lebih serius lagi. Yapz bener banget..tanggal 17 Agustus tu adalah hari jadian kami.
Uups..dari awal aku cerita tadi aku lupa buat ngenalin siapa “Dia”??
Namanya lengkapnya. Dialah cowok yang kini selalu ngisi hatiku dan hari-hariku.
………………………………………………………………………………………………

Ka..kenapa ade nulis cerita ini, karna ade pengen kk  tahu dan selalu ingat awal pertemuan kita. Mungkin menurut kk ini biasa aja, tapi buat ade..mengenal kk adalah bagian hidup yang indah yang pernah ade rasain. Kk  berbeda dari cowok-cowok yang pernah hadir dihati ade sebelumnya. Walaupun kehadiran kk bukan yang pertama dihati ade, namun buat ade..kk adalah awal dari segalanya. Ade ga melebih-lebihkan perasaan ini. Ade berkata jujur dari lubuk hati ade yang paling dalam. Ade bener-bener sayang ma kk.
Banyak kejadian yang ga pernah ade alami sebelumnya. Seperti shalat berjamaah. Kk adalah cowok ade yang pertama yang pernah jadi imam shalat ade. Ade seneng banget ka…
Begitu pula dengan bulan Ramadhan..ade bisa buka puasa dan shalat tarawih bareng cowok yang ade sayang. Ka..semua itu ga pernah ade rasain sebelumnya. Dengan Kk lah semua itu ade rasain dan jalani.
Bisa datang ke acara wisuda kk, tu juga hal pertama yang pernah ade rasain. Kk tahu ade seneng banget bisa hadir di hari yang membahagiakan buat kk, dan juga bisa berkenalan dengan keluarga kk. Dari situ ade tambah yakin bahwa kk emang berniat serius ngejalani hubungan ini.
Bila ade ngebayangin semua hari-hari indah yang pernah kita jalani sama-sama, rasanya ade berat banget buat pisah ma kk. Ade ga pengen pisah ma kk. Tapi inilah hidup..semua yang diciptakan Allah selalu berpasangan. Dimana ada pertemuan disitu pasti ada perpisahan. Tapi ade yakin ini cuma sementara.
Lagi pula ade pernah baca buku Kahlil Gibran yang isinya : “Bila kamu mencintai seseorang, maka biarkanlah Dia pergi. Karna bila suatu hari Dia kembali, maka kamu akan tahu bahwa Dia memang cinta sejatimu. Tapi bila Dia pergi dan tidak kembali lagi, maka Dia memang ditakdirkan bukan untukmu.” Dan ade berharap banget kk akan kembali  buat ade, dan mempercayai ade tuk jadi pendamping kk.
Ka..ade janji akan menjaga hati ini hanya untuk Kk. Dan ade berharap kk juga seperti itu. Ade percaya kk ga akan mungkin mengkhianati janji yang telah kk ucapkan. Ade juga yakin kk ga akan tega mengingkari janji kk sendiri. Kini biarlah waktu yang akan menjawab semuanya.
Sebenernya cerita diatas dan tiga puisi itu udah selesai ade tulis. Ade akan ngasihkan ke kk, disaat hari terakhir kk ada di Samarinda. Tapi ternyata hubungan kita berakhir sebelum kk pergi. Ade juga ga pernah menduga sebelumnya bila cerita ini akan ade sambung lagi. Sambungan yang menyakitkan hati ade. Ade ga tahu mesti ngomong apa lagi.
Jujur ka..ade kecewa banget. Ade udah berharap setinggi langit untuk bisa terus ngejalani hubungan ini sampai waktunya tiba. Dimana ade akan membuktikan ke kk, bahwa ade mampu menjalani hubungan jauh jarak jauh ini. Ade juga akan meyakinkan hati ade dan terutama kk, bahwa ade sanggup menunggu kk kembali, menjaga cinta ini hanya untuk kk seperti janji yang pernah kita ucapkan dulu. Sampai kk datang untuk menjadikan ade pendamping kk.
Tapi ternyata itu cuma mimpi. Semua hari-hari yang pernah kita jalani  berdua kini tinggal kenangan. Bila ade ingat semua itu, cuma akan menambah luka dihati. Luka…karena apa yang pernah ade impi-impikan tentang cinta kita berdua, kini tinggal kenangan. Harapan untuk terus bersama itu kini harus ade kubur dalam-dalam. Sakit ka..sakiiit ???
Tapi ade ga akan pernah menyesal sedikitpun. Ini akan ade jadikan pelajaran hidup untuk ade menjalani hidup lebih baik lagi kedepannya. Ade percaya ini adalah jalan terbaik yang Allah gariskan untuk cinta kita. Ade cuma bisa berdoa, moga kk akan menemukan wanita yang lebih baik daripada ade. Wanita yang sangat menyayangi kk lebih dari rasa sayang ade untuk kk. Begitu pula dengan ade.  Ade percaya…diantara yang baik pasti ada yang lebih baik lagi.
Bener apa yang selalu kk bilang ke ade, bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berencana. Kita hanya bisa merancang cita-cita, tetapi semua itu kembali kepada Allah. Allah yang menentukan semuanya. Yaah.. lagi-lagi ini diluar rencana kita sebagai manusia yang ga ada daya dan upaya, karena itulah kehendak Allah.
Satu hal yang perlu kk ingat, bahwa rasa sayang yang pernah ada dihati ade, ga akan pernah pudar untuk kk. Kk akan selalu ada dihati ade. Ade akan tetap selalu menyayangi kk.. Walaupun ade ga bisa memiliki kk lagi. Kini biarlah ini semua tinggal cerita. Cerita yang tidak untuk kita lupakan dan tidak juga untuk kita kenang.
Ka..dulu sebelum kita saling dekat, kita berdua adalah orang lain. Yang tidak pernah saling mengenal, yang tidak mempunyai rasa satu sama lain. Tetapi ketika kita telah dekat, kita berdua adalah satu hati yang saling menyayangi, ade udah menganggap kk bagian terpenting dalam hidup ade. Jadi disaat hubungan kita telah berakhir seperti ini, ade ga ingin kita kembali menjadi orang lain, karena kk adalah orang yang pernah membuat ade bahagia. Ka..sekarang anggaplah ade ini sebagai ade kk sendiri. Hanya itu permintaan ade untuk kk.
Entahlah..rasanya ade udah ga bisa ngomong apa-apa lagi. Ade udah kehabisan kata-kata untuk melukiskan hancurnya perasaan ade. Ade menulis cerita ini dengan ditemani air mata. Bila ade teruskan.. mungkin air mata ini akan terus membasahi pipi. Cukuplah hati ade aja yang kering. Ade ga ingin air mata ini juga ikut mengering karena sudah terlalu banyak yang terbuang. Maafin ade ka..bila selama kita dekat, ade sering menyakiti hati kk. Maaf ka..ade ga bisa membahagiakan kk. Ade memang bukan cewek yang baik buat kk. Sekali lagi ade minta maaf..

“KOSONG – TERISI – PENUH – KOSONG”


“Hargailah Sebuah Pertemuan…Karena Disana Akan Ada Kenangan.
Dan Syukurilah Sebuah Hubungan…Karena Disana Akan Tersimpan Kerinduan.”

Selasa, 08 Februari 2011

aku menjual jimat demi membangun pondok pesantren

Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan hampir 3 jam lamanya sengan berkendaraan bermotor dari kota palembang. Akhirnya koresponden majalah ghoib tiba di desa Kemang Indah, Mesuji OKI. Perjalanan masih harus ditempuh 18 km lagi melewati jalan becek dan sempit untuk sampai di Pesantren Darul Falah Es Salafy. Waktu menunjukkan pukul 20.25 wib, ditengah udara yang sejuk dan hujan rintik-rintik koresponden Majalah Ghoib berbincang dengan Mudir Pondok Pesantren Darul Falah Es Salafy.

Berikut selengkapnya :
Dulu waktu di temanggung saya menuntut ilmu disebuah pondok pesantren untuk mencari ilmu agama. Sebagaimana layaknya pesantren –pesantren di jawa, kami diajarkan ilmu-ilmu syari’ah dan juga aqidah. Akan tetapi, banyak diantara para santri (termasuk saya) yang juga mencari ilmu-ilmu lain di luar pesantren tanpa sepengetahuan kyai. Diantara ilmu-ilmu yang sempat saya pelajari ketika itu ialah: ilmu kebal, ilmu tenaga dalam dan ilmu laduni. Ilmu-ilmu tersebut biasa kami sebut dengan ilmu hikmah.

Ilmu hikmah adalah ilmu yang diraih dengan melakukan ritual-ritual tertentu seperti puasa; puasa ngesrep (mutih) dan puasa ngebleng (tidak makan, tidak minum, tidak bicara dan tidak berada didalam rumah). Dan khusus untuk ilmu laduni (ilmu yang dianggap berasal dari Allah melalui Nabi Khidir as. Tanpa melalui proses yang payah. Tujuannya adalah untuk mempercepat daya ingat dan daya tangkap serta dapat dicapai dengan mengamalkan wirid: “Robbi Zidni ‘ilma war zugni fahma” berulang-ulang sambil berpuasa ngebleng.

Selain itu, saya juga berguru di cirebon. Disana umumnya yang dating adalah pak kyai yang ingin buka pesantren. Kami diberikan amalan-amalan wirid dengan berpuasa ngesrep serta tidak tidur sepanjang malam. (sambil tersenyum, kyai suhaimy mengenang suatu kejadian ketika sedang melakukan wirid dia tertidur. Oleh pak kyai dihukum dengan menambah jumlah bilangan wiridnya). Amalan-amalan wirid diberikan dengan menggunakan sistem paket. Misalnya paket 7 hari, 21 hari, 41 hari, 105 hari yang semuanya ditentukan oleh pihak pesantren. Dan kami hanya boleh berbuka serta sahur dengan makan nasi putih 1 kepal ditambah dengan air 1 botol.

Begitulah pencarian saya terhadap ilmu-ilmu perdukunan. Sepanjang pulau jawa telah saya rambah. Dari madura hingga banten saya sambangi untuk mencari ilmu klenik.

Tapi, (beliau diam sejenak) ternyata semua yang saya inginkan tidak terbukti sama sekali. Sontoh olmu laduni yang katanya bisa mempercepat daya tangkap. Ya, sama sekali gak terbukti.

Tetapi saya berhasil mendapatkan jimat-jimat. Itu saya peroleh ketika saya mengabdi di pesantren di Temanggung. (istilah mengabdi adalah pengabdian seorang santri yang telah lulus dari pesantren dengan mengajar di pesantren yang biasanya tanpa diberi imbalan/gaji. Jimat-jimat tersebut saya dapat dengan mewiridkan Hizb Asror. Ketika saya membacakan wirid-wirid asror, tiba-tiba jimat-jimat itu datang kepada saya secara ghaib. Seperti batu akik anti cukur dan anti tembak, pundi emas, batk bolu (tempurung kelapa berlubang 3), cundrik (keris), besi kuning keong buntet. Jimat-jimat itu seperti tunduk kepada saya. Karena datang sendirinya. Dan datangnya pada waktu kapanpun tidak peduli sedang pengajian. Seperti yang pernah terjadi pada saat saya sedang mengajar pengajian murid saya. Tiba-tiba ”pluk...” sebuah benda jatuh dihadapan saya. Untungnya para murid tidak ada satupun yang melihatnya. Hanya saya yang bisa melihatnya. Setelah itu saya ambil dan saya uji coba dirumah untuk mengetahui kesaktian dan fungsinya.

Masyarakat sekitar sudah tahu akan kesaktian jimat-jimat itu. Dan saya juga langsung membuktikannya sendiri dihadapan masyarakat. Contoh batu akik itu, saya masukkan kedalam gelas yang berisi air, kemudian saya tembak dengan senapan angin ternyata gelas tersebut tidak pecah. Dan banyak lagi jimat-jimat lain yang memiliki kekuatan yang telah saya uji dihadapan umum, meskipun demikian, saya merasa tertipu dengan jimat-jimat pemberian jin itu.

Ternyata semua itu hanya tipuan semata yang dilakukan oleh jin untuk memperdaya manusia. Buktinya jimat anti kebal saya hanya bisa bertahan pada tembakan pertama dan kedua saja. Pada tembakan ketiga dan seterusnya gelas itu menjadi pecah. Kemudian pundi emas seberat ¼ Kg yang saya terima secara ghaib itu pernah ada seorang pengusaha yang akan membelinya. Saat itu dia menawar harga Rp. 300.000,- per-gramnya. Pertama kali dia datang melihat benar-benar asli dan sudah diujinya. Pada kali kedua dia datang lagi dengan sekalian membawa uang dalam koper. Tapi, lagi-lagi syetan itu menipu. Tiba-tiba kadar emasnya susut menjadi 40 %. Nah.....disitulah saya merasa ditipu habis-habisan oleh jin. Pembeli itu pun gagal membeli. Sebenarnya, awalnya saya sendiri tidak pernah punya keinginan untuk menggunakan jimat-jimat itu apa lagi mempercayainya. Motivasi saya waktu itu hanya satu saja, yaitu bagaimana saya mendapatkan uang sebanyak-banyaknya untuk membangun pesantren. Ide ini muncul ketika saya menjadi santri pengabdian di Temanggung. Selain mengajar di pesantren, saya juga membuka pengajian di rumah. Santri yang awalnya cuma sedikit, lama kelamaan bertambah banyak. Saya perlu tempat yang lebih luas. Dari situlah muncul keinginan untuk membuka pesantren sendiri. Dari keinginan tersebut, saya coba amalkan wirid Hizb Asror untuk mendapatkan jimat-jimat dengan tujuan untuk dijual dan uangnya untuk membangun pesantren. Pembeli beragam, mulai dari pengusaha, pejabat ataupun orang biasa. Tapi akhirnya, tidak ada satupun yang menjadi uang karena saya tertipu oleh akal-akalannya jin.

Suap dari jin sebesar USS 1 juta

Setelah saya merasa berkali-kali tertipu oleh jin, saya memutuskan untuk tidak lagi mengamalkan Hizb Asror tersebut. Lebih kurang satu bulan kemudian saya mengalami kejadian yang aneh. Seperti biasanya ketika adzan subuh saya bergegas kemasjid untuk melaksanakan shalat shubuh. Ada kegiatan rutin setelah shalat shubuh selesai. Yaitu memberikan taklim (pengajian) kepada masyarakat.

Tapi pagi itu berbeda. Ada yang janggal. Selepas saya memberikan taklim dan para jamaah bubar, tiba-tiba ada orang azan lagi. Saya lihat, jamaah yang telah bubar tadi datang lagi untuk shalat dan ikut pengajian. Rupanya yang kedua inilah yang benar-benar jamaah saya. Saya jadi berpikir, jadi jamaah yang pertama itu siapa ......? Rasa heran dan penasaran saya tersebut tidak saya beritahukan kepada para jamaah, khawatir nanti mereka ketakutan. Satu jam berlalu selepas saya memberikan taklim kedua, saya pulang kerumah.

Sesampainya dirumah saya kedatangan 2 orang tamu yang pernah saya lihat pada taklim yang pertama. Tanpa banyak ngobrol dan bicara, kedua tamu saya tersebut memberikan amplop yang berisi uang katanya untuk membangun pesantren. Berbunga-bunga hati saya menerima amplop tersebut. Terbayang segala impian saya selama ini menjadi kenyataan. Setelah kedua orang tamu itu permisi untuk pulang. Saya buka amplopnya bukan main terkejutnya saya, ketika tahu isi amplop itu senilai 1 juta US Dollar berikut sertifikat uang tersebut. Saya kejar kedua tamu itu untuk menanyakan uang tersebut, kalau-kalau mereka salah alamat namun keduanya menghilang entah kemana. Padahal secara logika, seharusnya mereka masih bisa dikejar. Tapi mereka hilang begitu saja. Misterius.
Akhirnya saya putuskan untuk mencoba mencairkan uang tersebut kepada beberapa Bank besar di Jawa tengah dan Jakarta. Namun jawaban semua bank-bank tersebut sama, mereka mengatakan bahwa uang yang saya bawa adalah asli (setelah diteliti dan diuji terlebih dahulu oleh pihak bank), akan tetapi mereka tidak dapat mencairkan uang tersebut. Saya heran, mengapa bisa begitu. Selanjutnya saya disarankan untuk mencairkannya di Singapura.

Nekad, saya jual dua motor saya untuk ongkos ke Singapura. Dalam bayangan saya, jika cair saya bisa beli dari sekedar dua motor. Tetapi ada yang aneh dalam perjalanan saya. Mata saya tertipu. Ditiket jelas-selas saya baca tujuannya adalah Batam. Tetapi ternyata hanya berakhir di Palembang. Akhirnya saya harus merogoh kocek saya lagi untuk menyambung perjalanan ke Singapura. Ongkos sudah menipis.

Ditemani oleh seorang rekan saya yang sudah biasa kesana, saya coba mencairkan uang tersebut ke beberapa Bank di Singapura termasuk diantaranya Bank Amerika disana. Lagi-lagi jawabannya sama sebagaimana yang saya terima di Indonesia.

Di tengah keputusan itu seorang kerabat saya yang bekerja disebuah kapal pesiar di Amerika pulang ke Indonesia. Saya perlihatkan uang 1 juta US Dollar kepadanya sekaligus saya ceritakan asal-usulnya. Waktu kembali ke Amerika, dia membawa uang tersebut ke Amerika. Uang tersebut dibawa ke bank yang mengeluarkan uang itu. Pihak bank mengatakan bahwa uang giral tersebut kemungkinan milik salah seorang jutawan amerikan yang hilang. Akan tetapi, mereka tidak bisa memastikan milik siapa uang tersebut. Dan mereka tidak bisa mencairkan uang kecuali oleh bertanda tangan di sertifikat itu sebagai pemilik aslinya. Lalu uang tersebut dikembalikan kepada saya lagi.

Yang jelas, saya bertambah menyesal dan bertaubat setelah kejadian itu. Akhirnya saya berangkat ke tanah suci Mekkah untuk melaksanakan umroh. Penyesalan dan tobat saya semakin mendalam. Ketika saya melakukan tawaf keliling ka’bah. Tiba-tiba sabuk saya jadi kendor. Uang 1 juta US Dollar yang saya letakkan dalam sabuk itu hilang secara misterius. Saya menangis memohon ampun kepada Allah dan bertaubat dengan taubat nasuha. Perasaan bersalah menggedor-gedor dada. Dihadapan baitullah saya amat terasa kecil.

Kemudian, atas saran dari kawan-kawan dan juga atas keinginan saya sendiri, saya memutuskan untuk kuliah di Ummul Quro dan sekolah di Syekh Alwi Al-Maliki di Mekkah.

Terilhami dengan apa yang telah berlaku kepada saya sebelum ini, ketika saya pulang ke tanah air saya langsung membuka pesantren tauhid. Menurut saya, rohnya agama itu adalah tauhid maka saya ingin memperbaiki aqidah ummat.

Setelah saya taubat dan mengubur semua jimat saya, bukan tidak ada halangannya dari jin. Sekali waktu tetangga saya bertanya, ”saya lihat kyai semalam jalan-jalan jam dua tanpa baju, ngodem yi?”
”Oh....ya....ya,” kata saya agak gugup menutupi hal yang sebenarnya tidak saya lakukan semalam. Hanya saja saya khawatir dia berpifkir yang tidak-tidak, maka saya iyakan saja. Semoga jin tidak berulah muncul dalam wajah saya dan melakukan fitnah di masyarakat.

Pertama, saya melarang semua santri untuk mempelajari ilmu-ilmu hikmah. Suatu saat ada santri saya ada yang menghadap saya meminta ilmu jaduk (kebal). Saya bilang kalau di pesantren ini tidak ada ilmu seperti itu. Disini adanya tauhid yang benar. Kalau mau masih cari ilmu seperti itu cari saja di pesantren lain.

Kedua, mengajarkan pelajaran tauhid dengan sebenarnya mulai dari jenjang SLTP. Dan ketiga, mengadakan kegiatan-kegiatan seminar dan ruqyah massal di masyarakat. Bahkan saya berniat mendirikan klinik pengobatan ruqyah syari’yyah sendiri untuk wilayah kemang dan sekitarnya.
Saya sendiri pernah di ruqyah. Dan hasilnya luar biasa. Sebelum saya di ruqyah oleh ustadz ikhwan di ghoib ruqyah syar’iyyah cabang Palembang, saya itu mudah sekali lupa, pusing-pusing dan suka marah. Alhamdulillah sekarang sudah berkurang.

Dan yang jelas, dengan adanya ruqyah syar’iyyah tersebut merupakan suatu usaha untuk memurnikan aqidah ummat serta mengembalikannya ke jalan yang lebih diridhoi oleh Allah. Dan saya juga merasakan bahwa dakwah ini sudah diterima oleh masyarakat serta perubahannya sudah bisa dilihat. Selama 6 tahun saya berdakwah keliling kampung, mengajak ke aqidah murni dan jalan Allah, tetapi tidak ada hasilnya. Sekarang ketika kawan-kawan ghoib melaksanakan dakwah dengan pendekatan ruqyah syar’iyyah dan saya anggap berhasil maka saya mendukung usaha tersebut.

Maka mari maju terus, pantang mundur. Kalau orang berani terang-terangan dan terorganisir melaksanakan kemaksiatan kok kita tidak berani melaksanakan kebaikan. Kalau ada ganjalan dan ada yang tidak suka, anggap itu sebagai sunnatullah dalam perjuangan.

sebuah catatan atas cerpen "mengapa kalian rampas akhawatnya jika kalian benci terhadap manhajnya

Beginilah kalau ditarbiyah dengan tarbiyah ikhwanul muslimin, jauh dari tarbiyah dan ilmu dien yang shahih (benar), sehingga melahirkan generasi seperti ibnu Abd Muis dan yang semisalnya,  generasi yang jauh dari ilmu agama yang benar yang akhirnya berimbas pada setiap perkataan dan perbuatannya.
Dilatarbelakangi kebodohan terhadap dien yang shahih dan kebencian terhadap salafi keluarlah sebuah cerpen yang jauh dari nilai ilmiah dan keadilan bahkan terkesan dzalim disebuah blog ikhwani, dengan judul  ” Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya Jika Kalian Benci Terhadap Manhajnya “, sebuah cerpen yang seakan-akan mengumumkan bahwa penulisnya seorang yang sangat bodoh dan benci terhadap salafi sehingga menulis cerpen dengan judul dan tema seperti diatas.
Berkata Syaikh Abdul Hamid Al Hajuri Hafidzahullah : ” Sebagaimana diketahui dari orang-orang yang Allah beri bashirah (ilmu) kepada kebenaran, sunnah dan jalannya salaf bahwasannya dakwah ikhwanul muslimin dibangun diatas kebodohan dari hari pertamakali dibangun ” (An Nasihat Wal Bayan Lima Alahi Hizbi Ikhwan, Syaikh Abdul Hamid Al Hajuri : 65 )
Hadirnya tulisan ini insya Allah akan membuktikan apa yang telah  saya utarakan pada pembukaan diatas dan sebuah penjelasan terhadap cerpen tersebut sebagai bentuk amar ma’ruf nahi mungkar dan nasehat kepada umat. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ المُنْكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ المُفْلِحُونَ
” Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar dan mereka itulah orang-orang yang beruntung “ (Qs. Ali Imran : 104)
Dari Abu Ruqayah Tamiim Bin Aus Ad-Daari bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassam bersabda : ” Agama adalah nasehat ” kami (para sahabat) berkata untuk siapa wahai Rasulullah, Rasulullah berkata : untuk Allah, Rasul Nya kitabNya, para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin seluruhnya “ (HR. Muslim)
Judul Cerpen :
Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya
Jika Kalian Benci Terhadap Manhajnya
Oleh : Ibnu Abd Muis
Maka kita katakan : Inilah judul yang terkesan lucu dan menggelikan yang ditulis oleh seorang ikhwani yang bernama Ibnu Abd Muis, yang cerpen ini lebih pantas diberi judul ” ” Yang penting nyikat salafi walau ku tulis cerpen dengan judul Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya Jika Kalian Benci Terhadap Manhajnya “
Wahai Ibnu Abd Muis apa yang menjadi alasan dirimu untuk menulis cerpen dengan judul seperti diatas, apakah kamu tidak tahu jika benar ada ikhwan salafy yang menikah dengan akhwat tarbiyah bukan sekedar fiksi sebagaimana dengan judul cerpen yang kau tulis.
Maka ketahuilah bahwa didalam pernikahan seorang wanita tidak dipaksa untuk menikah dengan ikhwan yang tidak disukainya baik didalam agamanya dan yang lainnya, termasuk didalam agamanya manhajnya, lalu mengapa engkau memberi judul dengan kata-kata merampas akhwatnya ini menunjukkan kebodohanmu disamping kebencianmu terhadap salafi, walaupun harus berlaku tidak adil dan terkesan dzolim.
Simaklah sebuah hadist yang mungkin tidak pernah kau dengar selama engkau liqa’ di firqah (kelompok) ikhwanul muslimin yang kau berada didalamnya, sebuah hadist yang dijadikan dalil bahwa seorang wanita tidak dipaksa untuk menikah dengan orang yang tidak disenanginya. Dari Abu Hurairah Radiyalallahu ‘Anhu bahwasanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : ” Tidak dinikahkan seorang janda sampai diminta persetujuaannya (harus ada  perkataan yang jelas –penj), tidak dinikahkan seorang perawan sampai diminta izinya, mereka (para sahabat) berkata : bagaimana izinnya bersabda Rasulullah : diamnya ” ( HR: Bukhari dan Muslim )
Berkata Syaikh Shaleh Al-Fauzan Hafidzahullah : ” Hadits ini menunjukkan bahwa tidak ada paksaan bagi wanita baik itu perawan atau janda dan orang yang membedakan antara perawan dan janda bahwa mereka berkata : Perawan walinya dapat memaksanya dan janda tidak ada paksaan atasnya, pembedaan yang mereka katakan itu tidaklah benar “ ( Tashiilul Ilmaam Bifiqhil Ahaadist Min Bulugil Maram, Jilid 4 Kitab Nikah, hal 328 )
Lihatlah wahai Ibnu Abd Muis tidak ada paksaan didalam pernikahan, seorang wanita tidak dipaksa untuk menikah dengan seseorang yang tidak disukainya, bahkan seorang wanita dimintai persetujuaannya atau izinnya, jika seorang janda maka harus ada persetujuan dengan perkataan yang jelas adapun perawan diamnya ketika dimintai izin merupakan persetujuannya.
Maka ketika akhwat ikhwani menikah dengan ikhwan salafi, berarti dia telah memilih dan  ridho bahwa ihwan salafi menjadi suaminya dan siap menjadi seorang salafiyah. Maka apakah pantas kau tulis cerpenmu dengan judul ” Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya Jika Kalian Benci Terhadap Manhajnya ” kalau bukan karena kebodohanmu dan kebencianmu terhadap salafi, tanpa ada rasa dosa engkau berkata Mengenai kata “RAMPAS”, ini hanya judul kok, supaya lebih menarik. Banyak kan cerita-cerita yang enggak seru terlihat heboh dengan judul yang spektakuler. Maksud ana begitu ternyata banyak juga yang kebakaran jenggot. (Salah satu jawaban Ibnu Abd Muis terhadap pemberi  komentar no : 15 ). Inalillahi wainailaihi Rajiuun hanya karena ingin  supaya lebih menarik dan heboh kau dzolimi saudaramu dari kalangan salafi dengan berlaku tidak adil kepada sudaranya. Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
” Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan “. ( Qs. Al-Maidah: 8 )
Berkata Ibnu Katsier Rahimahullah : “Janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum membuat kalian meninggalkan dari berbuat adil kepada mereka, tetapi berbuat adillah kepada setiap orang baik teman atau musuh”. (Tafsier Ibnu Katsier pada ayat ini) Ini menjadi bukti bagiku bahwa cerpen ini lebih pantas di beri judul ” Yang penting nyikat salafy walau ku tulis cerpen dengan judul Mengapa Kalian Rampas Akhwatnya Jika Kalian Benci Terhadap Manhajnya ” ini yang pertama.
Yang kedua : Dari penjelasan diatas maka lebih tepat cerpenmu kau beri judul ” Sebagian akhwat ikhwani memilih ikhwan salafi menjadi suaminya “ dikarenakan ketika mereka  menikah dengan ikhwan salafi, mereka telah memilih dan  ridha bahwa calon suaminya adalah seorang salafi dan siap menjadi salafiyah dan mendapat penjelasan tentang kesesatan firqah (kelompok)ikhwanul muslimin. Diantara salah satu kejadian nyatanya adalah apa yang dituturkan Oleh Abu Tilmidz : ” Adapun yg terjadi pada ana adalah ana mendapatkan biodata akhwat yang rajin liqo dan ternyata ia juga meletakkan biodatanya di kajian Salafy dan analah yang menerima, ana suka dan terjadilah pernikahan.
Ketika taaruf ana katakan bahwa ana adl salafy dan hendaklah ia mau menuntut ilmu, menghidupkan sunnah, melahirkan anak2 pembela ulama, dan menjauhi bid’ah. Dan ternyata istri ana setuju dan kini jadilah ia seorang Salafiyyin(pemberi komentar ke 7 pada cerpen Ibnu Abd Muis).
Yang ketiga : Wahai ibnu Abd Muis, berapa orang atau ikhwan salafy yang engkau temui menikah dengan akhwat ikhwani, satu orang, atau dua, atau tiga….atau, apakah ini keadaan ikhwan salafy secara umum…??!!!, jawabnya jelas tidak, mungkin satu banding seribu, Lalu mengapa engkau memutlakkan dengan memberi judul seakan – akan ini keadaan ikhwan salafi kalau bukan karena kebodohan dan kebencianmu terhadap salafi, yang penting nyikat salafi walau jauh dari keadlian. Dan itupun seperti pada penjelasan ponit pertama mereka  yang memilih ikhwan salafi dengan ridha dan senang bahwa calon suaminya adalah seorang salafi. Berbeda ketika ahlus sunnah memperingatkan ummat terhadap firqah (kelompok) ikhwanul muslimin yang engkau berada didalamnya. Mereka para ulama, masyaikh dan penuntut ilmu memperingatkan dengan berbagai penyimpangan yang benar ada didalam firqah (kelompok)  ikhwanul muslimin, atau kondisi secara umun dari firqah (kelompok)  yang engkau berada didalamnya. Kita ambil contoh, bahwa ikhwanul muslimin jamaah yang melalaikan dakwah tauhid dan melalaikan dari memperingatkan ummat dari syirik, inilah kondisi ikhwanul muslimin, di Indonesia, Yaman, Mesir Aljazair dan lainnya Berkata Syaikh ‘Al ‘Alamah Al Muhadist Abdul Aziz Bin Baaz Rahimahullah : ” Harokah Ikhwanul Muslimin telah dikritik oleh para ahlul ‘ilmi (ulama-penj) yang mu’tabar (terkenal) dikarenakan mereka tidak memperhatikan masalah da’wah kepada tauhid dan mengingkari syirik serta bid’ah. Mereka mempunyai cara tersendiri yang mengurangi semangat dalam dakwah kepada tauhid, dan tidak mengarahkan kepada aqidah yang shahih yang dimana dakwah ahlus sunnah berada diatasnya. Maka sewajibnya bagi Ikhwanul Muslimin untuk memperhatikan da’wah Salafiyah da’wah kepada tauhid, mengingkari ibadah kepada kubur-kubur, ketergantungan kepada orang mati dan meminta pertolongan kepada orang-orang yang sudah mati seperti Hasan, Husein, Badawi dan sebagainya.Wajib bagi mereka untuk mempunyai perhatian kepada perkara yang paling pokok ini, dengan makna Laa Ilaaha Illallah Karena inilah pokok agama dan sesuatu yang pertama kali didakwahkan oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam di kota Mekkah berdakwah kepada tauhid kepada makna Laa ilaaha illallah, banyak dari kalangan ahlu ilmi (ulama –penj) mengkritik ikhwanul muslimin dalam permasalahan ini. Yaitu tidak adanya semangat dalam berdakwah kepada mentauhidkan Allah dan mengikhlaskan ibadah kepadaNya. Dan mengingkari apa yang dilakukan orang-orang bodoh dari ketergantungan kepada orang mati dan memohon pertolongan kepadanya, bernadzar dan menyembelih kepada mereka, yang merupakan perbuatan syirik besar. Demikian juga mereka dikritik dengan tidak adanya perhatian kepada sunnah, kepada hadist yang mulia dan apa – apa yang salaful ummah (Rasulullah dan para sahabatnya) berada diatasnya dari hukum-hukum syariat  “ ( Sebagaimana dalam majalatul Majalah edisi 806, dinukil dari Jam’u Sataat fiima Kutiba ‘anil ikhwaani Minal Mulaahadhoot, Syaikh Abdullah Bin Muhammad An Najmy : 21 )
Diantara buktinya para pembesar dan tokoh ikhwanul muslimin terjatuh kepada kesyirikan. Berkata Syaikh ‘Al ‘Alaamah Ahmad Bin Yahya An Najmi Rahimahullah : Dan akan kami sebutkan disini bahwa sebagian para pendiri mahnaj dakwah melakukan perbuatan syirik, mengakuinya dan membolehkannya dari selainnya, kita ambil contoh: Hasan Al Bana berkata di hari perayaan maulud Nabi pada malam hari pertama dari bulan Rabiul Awal :
Inilah kekasih bersama para kekasihnya telah hadir
Mengampuni seluruh orang yang hadir dari dosa – dosa yang telah lalu
Dinukilkan perkataan ini oleh saudara kandungnya Abdurrahman Al Bana didalam kitabnya, Ahdaasu sha’anat At Taarikh
Maka tidak boleh kita untuk mengambilnya sebagai imam, dikarenakan dia (Hasan Al Bana -penj) menyakini bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam hadir dalam perayaan maulud mereka dan mengampuni dosa-dosa mereka, demikianlah selainnya dari para pendiri (tokoh) manhajnya yang sebagian mereka terjatuh kedalam perbuatan syirik atau menyetujui selain mereka atas perbuatan syirik tersebut,  disamping itu telah hadirnya  Hasan Al Bana di monumen diantara monumen yang paling besar yaitu ( Monumen syaidah Zaenab ) tidak mengucapkan satu kalimat dan satu hurufpun untuk melarang dari perbuatan syirik kepada Allah.
Dan Umar Tilimsaani berkata : tidaklah didalam berdoa kepada orang shaleh termasuk perbuatan syirik dan penyembahan terhadap berhala bahkan merupakan tabiat. Dan selain demikian itu dari  apa – apa yang mempengaruhi mereka ( At Ta’liqaatu ‘Ala Al Ushulus Tsalasati  Syaikh Ahmad Najmi Rahimahullah : 14 )
Yang keempat : Inilah engkau, seorang yang terdidik didalam manhaj menyimpang yang tidak merasa berdosa dengan cerpen bohongmu ini, sebagiamana yang telah engkau katakan : Ibn Abd Muis, menjawab:
Wa’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Cerita ini hanyalah fiksi dan dilatarbelakangi dengan fakta yang terjadi di lapangan “
( salah satu jawaban ibnu Abd Muis terhadap salah satu pemberi komentar no 14 terhadap cerpennya ) kenapa engkau menulis dengan sesuatu yang seakan-akan engkau alami padahal tidak, apa namanya ini kalau bukan dusta alias bohong dan fiksi. Berkata Syaikh ‘Al ‘Alaamah Al Faqih Muhammad Bin Shaleh Al Utsaimin Rahimahullah :Bohong adalah mengkhabarkan sesuatu yang menyelisihi kenyataan baik itu dengan perkataan atau perbuatan ” ( Syarh Riyadhus Shaalihin Syaikh Muhammad Bin Shaleh Al Utsaimin , jilid 1 hal 135 ) Kenapa engkau bermudah-mudahan dalam berbohong….!!! apakah karena yang penting nyikat salafi engkau menghalalkan segala cara walau dengan cerpen bohonmu itu. Naudzubillah. Tak ingatkah engkau atau engkau tidak tahu dalil – dalil tentang larangan berbohong, apakah murobimu tidak mengajarkanmu untuk tidak berbohong, kalau kondisimu seperti salah satu yang telah kusebutkan diatas penting bagiku untuk membawakan sebuah hadist larangan untuk berkata dusta atau bohong.
Dari Ibnu Masud Radiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : ” Bahwa kejujuran mengantarkan kepada kebaikkan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga dan bahwasannya seorang senantiasa berkata jujur sampai ditulis disisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan bahwasannya kebohongan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan mengantarkan kepada neraka dan bahwasannya seseorang senantiasa berkata bohong sampai ditulis disisi Allah sebagai pembohong ” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berkata Syaikh Salim Bin Ied Al Hilali Hafidzahullah : ” Faedah dari hadist ini adalah peringatan dari berbohong dan bergampang-gampang melakukannya dikarenakan bohong sebab dari seluruh kejelekkan “ ( Bahjatun Naadzirin Syarh Riyadhus Shaalihin, jilid 1 hal 121 )
Yang Kelima : Kemungkinan sebagian kecil Ikhwan Salafi yang menikah dengan akhwat ikhwani mereka melihat bahwa akhwat ini harus diselamatkan dari jamaah ikhwanul muslimin  yang penuh dengan penyimpangan dan dia melihat serta merasa sanggup akan hal itu dikarenakan respon dari akhwat yang akan dinikahinya menerima kebenaran misalnya, atau siap menjadi salafiyah yang ditarbiyah dengan Al- Qur’an dan As Sunnah diatas pemahaman salafus shalih, atau seorang akhwat yang telah tahu kebenaran dan melihat penyimpangan jamaah ikhwanul muslimin yang dia berada didalamnya. Seharusnya kalian merasa senang seorang mendapat hidayah dengan meninggalkan jamaah ikhawanul muslimiin dan berpegang teguh kepada manhaj salaf. Bukankah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :
” Tidak sempurna keimanan seseorang sampai mencintai untuk saudaranya, apa-apa yang dicintai untuk dirinya “ (HR. Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas Bin Malik Radiyallahu ‘Anhu)
Sebagaimana kalian merasa senang mendapat hidayah maka kalian seharus juga merasa senang jika ada akhwat ikhwani mendapat  hidayah dengan meninggalkan kesesatan jamaah Ikhwanul muslimin. Jadi sangat sesuai sekali jika cerpenmu kau beri judul ” Sebagian Akhwat ikhwani mendapat hidayah dengan sebab menikah dengan ikhwan salafy”
Judul Cerpen :
” Jika kalian benci manhajnya “
Maka kita katakan :
Ya kami benci terhadap kemaksiatan, penyimpangan dan kesesatan yang terdapat di manhaj ikhwanul muslimin, diantaranya adalah :
Pertama : Penyelisihan mereka terhadap manhaj dakwah para rasul, yaitu tidak memberikan perhatian dakwahnya kepada tauhid dan memperingatkkan ummat dari perbuatan syirik, inilah inti dakwah para Rasul. Allah Ta’ala berfirman :
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
” Dan sunnguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap ummat (untuk mendakwahkan) sembahlah Allah dan jauhilah thagut “ ( Qs. An Nahal : 36 ) Berkata Syaikh ‘Al ‘Alaamah Shaleh Al Fauzan Hafidzahullah : ” Faedah yang dapat diambil dalam ayat ini bahwasannya hikmah dari diutusnya para Rasul adalah dakwah kepada tauhid dan melarang dari perbuatan syirik “ ( Al Mulakhos Syarh Kitab Tauhid : 11 )
Kedua : Berdakwah dengan cara-cara bid’ah, berdakwah dengan partai, musik, drama dan film.
Jika sebuah ibadah seperti dakwah dilakukan dengan tidak sesuai dengan tuntunan Nabi, maka amalannya tertolak. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : ” Barangsiapa yang beramal dengan sesuatu yang bukan dariku maka amalannya tertolak ” (HR. Muslim dari ‘Aisyah Radiyallahu ‘Anhu)
Cerpen :
Seperti minggu sore kemarin, syura’ rutin DPRa di Kantor DPC. Agak Bete sedikit memang, tapi bukan karena bahasan syuranya, seperti biasa lah, selalu ada saja yang disewotin.
Maka kita katakan :
Inilah buah dan imbas dari demokrasi, partai dan kesibukkan yang ada didalamnya, yang penulis (Ibnu Abd Muis) berada didalamnya. Naudzubillah dari demokrasi dan pemilu sebuah sistem dan ideologi yang bukan dari islam.
Cerpen :
“Kenapa akh, dari tadi keliatan agak bete ghitu”, Tanya Ridwan, ketua DPRa, “Ada masalah?”, tanyanya lagi.
“Mba Nilam kemana, abis nikah kok nggak nongol-nongol?”
“Ada urusan keluarga kali, soalnya nggak ada kabar ke ana”, jawab Ridwan singkat.
“Dikerem suaminya kali ya?”, tanyaku polos.
“Astaghfirullah, mana ana tahu akhi. Lagian apa urusan kita terhadap mereka”, sergah Ridwan kepadaku.
“Kayanya kejadiannya bakalan sama seperti ukhti Intan tuh”, tandasku lagi.
“Antum ini ngomong apa sih”, Tanya Ridwan bingung. “Nggak jelas juntrungannya, ana nggak ngerti maksud pembicaraan antum.”
“Iya, mulai dari Ukhti Intan, kemudian Mba Nilam, siapa yang sibuk coba, bantuin mereka ngurusin pernikahannya?”, tanyaku ke Ridwan yang cuma makin bingung dengan ulahku.
“Astaghfirullah, akhi.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), (Qs. Al-Baqarah: 264)
Maka kita  katakan :
Wahai Ibnu Abd Muis kenapa engkau tidak menerima nasehat dari temanmu untuk tidak menyebut nyebut kebaikkanmu membantu repsepsi pernikahan, malah bangga kau tulis dan kau pampangg diinternet. Naudzubillah. Bukankah kau tahu hal itu akan menghilangkan pahala kebaikanmu. Berkata Ibnu Katsier Rahimahullah : Tentang ayat diatas. ” Di khabarkan bahwa shadaqah dibatalkan pahalanya jika diikuti bersama shadaqah tersebut dari menyebut-menyebutnya dan menyakiti penerima ” (Tafsir ayat Al Baqarah ayat 264)
Berkata Syaikh As Sa’di Rahimahullah : “…..Didalam ayat ini terdapat penjelasan bahwa menyebut – nyebut shadaqah dan menyakiti penerima membatalkan pahala shadaqah, berdalil dengan ayat ini bahwa amal kejelekkan membatalkan amal kebaikkan ” (Taisirul karimurrahman Rahman pada ayat ini)
itupun kalau benar ceritamu adapun kalau sekedar fiksi dan bohong itulah engkau seorang pembohong Dari Ibnu Masud Radiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : ” Bahwa kejujuran mengantarkan kepada kebaikkan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga dan bahwasannya seorang senantiasa berkata jujur sampai ditulis disisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan bahwasannya kebohongan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan mengantarkan kepada neraka dan bahwasannya seseorang senantiasa berkata bohong sampai ditulis disisi Allah sebagai pembohong ” (HR. Bukhari dan Muslim)
Cerpen :
Kok antum masih ungkit itu lagi sih. Kan kita sudah sepakat nggak akan bahas itu terus,” jelas Ridwan yang sepertinya sudah paham maksud kebawelanku.
“Ana sudah nggak tahan. Mungkin Mba Nilam adalah yang terakhir buat ana,” celotehku lagi.
“Maksudnya akhi?” tanya Ridwan.
“Ana janji, ana nggak akan bantuin akhwat manapun jika mereka nikah sama ikhwan Salafy!”, teriakku kesal.
“Loch, memangnya kenapa?”
“Ya, antum sendiri lihatkan. Waktu nikah, yang sibuk itu kita. Boro-boro ada ikhwah Salafy yang mau ikutan bantuin temennya nikah. Udah gitu, setelah mereka jadi nikah, seperti biasa, si akhwat nggak boleh lagi terlibat aktivitas kita,” jawabku dengan nada tinggi.
Maka kita katakan
Santai saja wahai Ibnu Abd muis jangan marah gitu dong…. Tak ingatkah engkau sebuah hadist atau engkau hanya ingat lagu atau album dari team nasyid Snada atau Brothers, kalau begitu ku hadirkan sebuah hadist Dari Abu Hurairah, bahwa seseorang berkata kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berilah aku nasehat, bersabda Rasulullah : ” janganlah kamu marah ” laki-laki tersebut mengulangi lagi perkataannya (berilah aku nasehat), Rasulullah bersabda jangan lah kamu marah “ ( HR. Bukhari ). Kalau pada kenyataannya ada seorang akhwat ikhwani yang menikah dengan ikhwan salafi itu merupakan takdir Allah, apalagi banyak dari mereka malah kenal manhaj yang haq dan mengetahui penyimpangan ikhwanul muslimin yang dulu dia berada didalamnya. Dan saya berharap ceritamu membantu repsesi pernikahan bukan sebuah kebohongan darimu tetapi kalau itu sebuah kebohongan itulah engkau yang terbiasa dengan hal itu.Ibn Abd Muis, menjawab: Wa’alaikum Sallam warahmatullahi wabarakatuh, Cerita ini hanyalah fiksi dan dilatarbelakangi dengan fakta yang terjadi di lapangan “ ( salah satu jawaban ibnu Abd Muis terhadap salah satu pemberi komentar no 14 terhadap cerpennya )
Cerpen :
“Antum nggak boleh gitu akhi. Nggak semuanya seperti itu kok. Itu buktinya si Abu Zainuddin. Nanti jadi sia-sia loch apa yang sudah diamalkan kemarin,” seloroh Ketua DPRaku khawatir.
“Iya, kalau Abu Zainuddin mah nggak usah diomongin. Beliau itu udah the bestnya salafy dech, beda banget.
Maka kita katakan :
Ana berharap Abu Zainuddin bukan tokoh bayangan tanpa hakekat, tokoh fiksi dan hayalan, sebagaimana Ibnu Abd Muis melandasi cerpennya ini dengan kebohongan  Ibn Abd Muis, menjawab: Wa’alaikum Sallam warahmatullahi wabarakatuh, Cerita ini hanyalah fiksi dan dilatarbelakangi dengan fakta yang terjadi di lapangan “ ( salah satu jawaban ibnu Abd Muis terhadap salah satu pemberi komentar no 14 terhadap cerpennya ). Kenapa tidak kau sebut ada seseorang yang diam terhadap penyimpangan ikhwanul muslimin tetapi dia mengaku salafi, kenapa harus bohong dengan cerpenmu ini. Dan apa yang engkau inginkan dengan perkataan the best salafy apakah dengan masihnya Abu Zainuddin atau yang semisalnya membiarkan istrinya bergabung dengan aktivitas ikhawanul  muslimin atau tidak melarang atau memperingatkan dari kesesatan ikhwanul muslimin atau masih bermesraannya dengan firqah ini, jika kondisinya seperti ini  justru di pertanyakan kesalafiannya, jangan-jangan hanya  sekedar pengakuan tanpa hakekat atau sekadar julukan yang engkau berikan. Seoarang salafi adalah seorang yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih, dan berusaha menjaga agama ini dari yang mengotorinya dari keyakinan-keyakinan sesat atau bid’ah dan hizbiyah dan diantara kesesatan adalah manhaj Ikhwanul Muslimin, maka wajib bagi seorang salafi untuk menjelaskan kepada ummat tentang kesesatan ikhwanul muslimiin. Sebagai nasehat untuk kaum muslimin dan sebagai bentuk amar ma’ruf nahi mungkar.
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ المُنْكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ المُفْلِحُونَ
” Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar dan mereka itulah orang-orang yang beruntung “ (Qs. Ali Imran : 104)
Dari Abu Ruqayah Tamiim Bin Aus Ad-Daari bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassam bersabda : ” Agama adalah nasehat ” kami (para sahabat) berkata untuk siapa wahai Rasulullah, Rasulullah berkata : untuk Allah, Rasul Nya kitabNya, para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin seluruhnya “ (HR. Muslim)
Dari Abu Said Al-Khudry Radiyalallahu ‘Anhu berkata, Bahwasanya Rasulullah Shalalallahu ‘Alaihi Wassam bersabda : “Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya,apabila tidak mampu maka ubalah dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya demikian itu selemah-lemah iman “ ( HR. Muslim )
Cerpen :
Tapi, kenapa sich, mereka mau menikahi akhwat tarbiyah? Memangnya mereka nggak punya stock akhwat apa? Kalau mereka benci manhajnya, seharusnya mereka benci akhwatnya juga dong!”, teriakku lagi sambil nahan marah.
Maka Kita katakan :
Kalau stock Insya Allah banyak, lagian sebagian akhwat ikhwani yang memilih dan ridha untuk menjadi istri dari sebagian kecil ikhwan salafi. Kalian seharusnya berpikir kenapa sebagian akhwat tarbiyah senang kapada ikhwan salafi, mungkin saja karena melihat ikhwan ikhwani sudah ditarbiyah bertahun-tahun masalah tauhid yang menjadi pondasi agama ini saja ngga tahu, ditanya dimana Allah ngga bisa jawab dengan benar atau bertahun – tahun ditarbiyah tanpa rasa malu berfoto-foto di air terjun ketika rihlah,   seharus kalian sadar dan berpikir apa yang kalian dapat dari dien ini selama berada dalam fiqqah (kelompok) ikhwanul muslimin.
Cerpen :
Ridwan, ketua DPRaku cuma miris dan berkata “Antum nggak boleh gitu akhi.
” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.  (Qs. Al Hujarat : 12 )
Mungkin memang sudah jodohnya. Mau dengan Salafy, mau dengan ikhwan tarbiyah, atau mau dengan yang ammah sekalipun, kalau sudah jodohnya, ya mereka pasti akan menikah, kalau Allah sudah berkehendak, mau ditolak bagaimana?”.
Maka kita katakan :
Allah Ta’ala berfirman
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
” sungguh Kami menciptakan segala sesuatu dengan takdirnya ” (Qs. Al Qamar : 4)
Cerpen :
“Gini-gini loch akh. Maksud ana, ana nggak habis pikir aja. Kan mereka sebut kita ahlul bid’ah. Dan ahlul bid’ah itu menurut mereka lebih sesat dari ahlul maksiat. Tapi kenapa mereka malah mencari akhwat tarbiyah yang jelas-jelas ahlul bid’ah menurut mereka. Ini yang ana nggak ngerti,” tanyaku panjang lebar.
Maka kita katakan :
Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim, bahwa syaithan mempunyai tahapan dalam menggoda manusia, pertama syaithan menggoda manusia untuk berbuat syirik dan kekufuran, kemudian jika manusia tidak tertipu maka digoda dengan perbuatan bid’ah, jika tidak tergoda juga maka syaithan beralih  menggodanya dengan dosa besar dan seterusnya, bid’ah sesuatu yang lebih besar dosanya daripada maksiat dan lebih disenangi oleh syaithan, dikarenakan pelaku bid’ah merasa berada diatas kebenaran adapun pelaku maksiat, sadar bahwa diri berbuat maksiat.
Adapun Manhaj ikhwanul muslimin adalah manhaj bidah bukan dari  ahlus sunnah, sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama. Diantaranya Syaikh ‘Al ‘Alaamah Hamaad Bin Muhammad Al Anshari Rahimahullah pernah ditanya apakah jamaah ikhwan dan tabligh termasuk dari Ahlu Sunnah ? Syaikh Menjawab ” Seluruh orang yang berada diatas pemikiran yang menyelisihi Ahlus Sunnah maka bukan termasuk dari mereka, Jama’ah Ikhwan dan tabligh bukanlah termasuk dari ahlus sunnah dikarenakan mereka berada diatas pemikiran yang menyelisihi ahlus sunnah “ ( Di nukil dari Ar Risalah Al Kubra Ila Akhi Al Muntadzim fi Jama ‘atil Ikhwanil Muslimin, Syaikh Ali Rajihi Hal ; 152 )
Syaikh Al ‘Alaamah Al Muhadist Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i Rahimahullah ketika ditanya, apakah Ikhwanul Muslimin termasuk Ahlus Sunnah ? Berkata Syaikh Rahimahullah : ” Ikhwanul Muslimun manhaj mereka bukan manhaj ahlus sunnah, adapun perorangan dari mereka ada yang tersamar atas mereka dari penyimpangan ikhwanul muslimun, tidak bisa kita memutlakkan setiap perorangan dari mereka bahwasannya dia bukan ahlus sunnah “ ( Di nukil dari Ar Risalah Al Kubra Ila Akhi Al Muntadzim fi Jama ‘atil Ikhwanil Muslimin, Syaikh Ali Rajihi Hal ; 152 )
Cerpen :
“Akhi, tidak ada yang memungkiri, akhwat tarbiyah itu sangat militan dalam berdakwah. Kesibukan apapun yang menyertai mereka. Kuliah, kerja atau ngurus keluarga. Kalau sudah panggilan dakwah, pasti mereka kejar. Hijab dan busana muslim yang panjang tidak menyurutkan gerak gesit mereka,” jelas Ridwan santai
Maka Kita Katakan :
Kami tidak memungkiri bahwa akhwat tarbiyah jauh dari tarbiyah yang shahih, jauh dari ilmu dien yang benar, sehingga mereka ditarbiyah diatas kebodohan dan penyimpangan yang ada di manhaj ikhwanul muslimin, sehingga semangat dan “kemilitanannya” tidak terarah dengan ilmu. Diantara mereka semangat walau disuruh bermaksiat kepada Allah dengan berdemo dan unjuk rasa, diantara mereka semangat untuk berkampanye walau ikhtilat menjadi keharusan, diantara mereka semangat untuk rihlah kepuncak di luar kota walau dengan safar tanpa mahram, bahkan diantara mereka semangat walau harus pergi ke bioskop untuk nonton film Fatahila. Innaalillahi Wainnaailaihi Raajiuun, inilah sebagian dosa ikhawnul muslimin terhadap muslimah.
Cerpen :
“Jadi itu alasan mereka menikahi akhwat kita?”, tanyaku sewot.
“Akhwat kita?” tanya Ridwan sambil manyun. “Ngaku-ngaku akhwat kita, sembarangan. Nanti dimarahin bapaknya para akhwat baru tau rasa loch.”
“Bukan, bukan itu. Maksud ana akhwat tarbiyah,” sergahku cepat “Tapi pasti ada alasan lain, kenapa mereka lebih senang merampas akhwat tarbiyah dibandingkan akhwat salafy?”.
Maka Kita katakan :
Itulah keadaan Ibnu Abd Muis yang sembarangan, cerpen ini menunjukkan kesembarangannya.
Perkataannya  yang  mengatakan Ikhwan salafi lebih senang dan merampas akhwat ikhwani bukti lain yang menunjukkannya kesembarangan sekaligus kebodohannya.
Merampas dari mana wahai Ibnu Abd muis…??!!, mereka (sebagian dari akhwat ikhwani) yang senang dan ridha menikah dengan Ikhwan salafi.  Bukankan telah saya singgung diatas bahwa seorang wanita tidak dipaksa didalam permasalahan menikah, bukankah makna merampas mengambil sesuatu secara paksa tanpa keridhaannya, bukankah sebagian akhwat tarbiyah yang memilih dan ridha bahwa calon suaminya seorang salafi, sebagaimana yang dialami oleh Abu Tilmidz : ” Adapun yg terjadi pada ana adalah ana mendapatkan biodata akhwat yang rajin liqo dan ternyata ia juga meletakkan biodatanya di kajian Salafy dan analah yang menerima, ana suka dan terjadilah pernikahan.
Ketika taaruf ana katakan bahwa ana adl salafy dan hendaklah ia mau menuntut ilmu, menghidupkan sunnah, melahirkan anak2 pembela ulama, dan menjauhi bid’ah. Dan ternyata istri ana setuju dan kini jadilah ia seorang Salafiyyin(pemberi komentar ke 7 pada cerpen Ibnu Abd Muis). Tak tahukah engkau wahai Ibnu Abd Muis, tentang sebuah hadist yang menjelaskan tentang hal itu. Dari Abu Hurairah Radiyalallahu ‘Anhu bahwasanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : ” Tidak dinikahkan seorang janda sampai diminta persetujuaannya (harus ada  perkataan yang jelas –penj), tidak dinikahkan seorang perawan sampai diminta izinya, mereka (para sahabat) berkata : bagaimana izinnya bersabda Rasulullah : diamnya ” ( HR: Bukhari dan Muslim)
Berkata Syaikh ‘Al ‘Alaamah Shaleh Al-Fauzan Hafidzahullah : ” Hadits ini menunjukkan bahwa tidak ada paksaan bagi wanita baik itu perawan atau janda dan orang yang membedakan antara perawan dan janda bahwa mereka berkata : Perawan walinya dapat memaksanya dan janda tidak ada paksaan atasnya, pembedaan yang mereka katakan itu tidaklah benar “ ( Tashiilul Ilmaam Bifiqhil Ahaadist Min Bulugil Maram, Jilid 4 Kitab Nikah, hal 328 ), kenapa engkau memberi judul dengan kata merampas kalau bukan karena kebodohan dan kebencianmu terhadap salafi, tidak terlalu heran bagiku kalau engkau bisa berbuat dan memberi judul seperti ini yang penting nyikat salafi, untuk berbuat lebih dari ini saja sangat memungkinkan. Berkata Syaikh Abdullah Bin Muhammad bin Husain An Najmi Hafidzahullah : Dan diantara yang menunjukkakn bahwa musuh mereka ( ikhwanul Muslimin) adalah para muwahid salafiyiin pembunuhan yang mereka lakukan terhadap Syaikh Jamilurrahman Af Ghani Salafy dan pengikutnya dan menceraiberaikan sebagian dari mereka karena keistiqamahan serta pengajaran mereka terhadap kitab tauhid dan menyebarkan dakwah salafiyah “ ( Jam’u Sataat fiima Kutiba ‘anil ikhwaani Minal Mulaahadhoot, Syaikh Abdullah Bin Muhammad An Najmy : 21, Taqdim Syaikh Ahmad An Najmi Rahimahullah )
Adapun perkataanmu bahwa   kenapa mereka lebih senang, siapa yang lebih senang untuk menikahi mereka (akhwat tarbiyah) apakah dengan kondisi tidak pahamnya aqidah sebagian besar para akhwat tarbiyah bahkan secara umum menjadikan ikhwan salafi lebih senang dengan mereka. Padahal Allah Ta’ala berfirman
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya :  ” Dan tidaklah aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaku” (QS. Adz-Dzariyat : 56)
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اُعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
Artinya :  “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan) “Beribadalah kepada Allah (saja) dan jauhilah Thogut” (QS. An-Nahl : 36)
Bagaimana mereka tidak tahu, sebuah ilmu yang dengan sebab itu mereka diciptakan dan merupakan inti dakwah para Rasul
Bagaimana mereka tidak tahu perkara yang pertama kali diwajibkan atas nya untuk dia pelajari. Berkata Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuuri, salah seorang ulama yaman, ” Apabila ditanyakan kepadamu apa yang pertama kali diwajibkan atas seorang hamba maka jawablah mempelajari Tauhidullah azza wa jalla dan dalilnya adalah hadist Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, ketika Nabi mengutus Muadz Bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu berkata ke Yaman berkata Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam : ” Sesungguhnya kamu akan mendatangi sebuah kaum dari ahlu kitab, maka yang pertama kali kamu dakwahkan adalah supaya mereka mentauhidkan Allah Ta’ala
( Hadist Mutafaq ‘alahi dan ini lafadz Bukhari – Kitab Mabadiul Mufidah fi Tauhid wal Fiqh wal Aqidah Syaikh Yahya al-Hajuri : 8 )
Apakah dengan kondisi akhwat tarbiyah terjatuh kepada bid’ah maulud, partai dakwah, berdakwah dengan nasyid menjadikan ikhwan salafi lebih senang kepada mereka, padahal Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam : ” Barangsiapa yang beramal dengan sesuatu yang bukan dariku maka amalannya tertolak ” (HR. Muslim dari ‘Aisyah Radiyallahu ‘Anhu)
Apakah dengan kondisi terjunnya akhwat tarbiyah kedemokrasi, kampanye pemilu dan partai  menjadikan ikhwan salafi  lebih ” tertarik ” kepada mereka. Padahal Allah Ta’ala  berfirman
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ
” Hukum (keputusan) itu hanyalah milik Allah “ (Qs. Yusuf : 40 )
Bukankah demokrasi adalah hukum atau keputusan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Berkata Syaikh Yahya Bin Ali Al Hajuri Hafidzahullah ” apabila dikatakan kepada kamu apa hukumnya demokrasi ? Maka katakanlah hukum demokrasi syirik akbar (besar) dan dalilnya adalah Firman Allah
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ
” Hukum (keputusan) itu hanyalah milik Allah ” (Qs. Yusuf : 40 )

وَلا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا
“ Dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu Nya dalam menetapkan hukumnya( Qs. Al Kahfi : 26 ) ” ( Kitab Mabadiul Mufidah fi Tauhid wal Fiqh wal Aqidah Syaikh Yahya al-Hajuri :  29 )
Bukan Allah Ta’ala berfirman, membedakan orang beriman dari orang kafir, orang berilmu dengan orang bodoh
أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لا يَسْتَوُون
” Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama ” ( Qs. As Sajdah : 18 )
وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ
” Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Rabb kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang buta? Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran ” ( Qs. Ar Ra’d : 19 )
Bukankah pemilu menyamakan orang beriman dengan orang kafir, ulama dengan orang bodoh, orang shaleh dengan orang fajir, wanita sholehah dengan wanita nakal dengan memiliki satu suara, padahal Allah Taiala membedakan antara orang beriman dan orang kafir, orang berilmu dan orang bodoh, ini menunjukkan bahwa pemilu bertentangan dengan syariat islam.
Apakah dengan kondisi akhwat tarbiyah sering berdemonstrasi, turun kejalan untuk berunjuk rasa menyebabkan ikhwan salafi menjadi senang dengan mereka padahal Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda ” Barangsiapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia termasuk dari golongannya “ ( HR. Abu Daud di shahihkan Syaikh Al Bani Rahimahullah dari Sahabat Ibnu Umar Radiyallahu ‘Anhu ) bukankah demonstrasi adalah produk dan caranya orang kafir, lalu mengapa mereka tasyabuh dengan orang-orang kafir.
Apakah dengan kondisi safarnya tanpa mahram ketika rihlah kepuncak menjadikan ikhwan salafi senang dengan mereka, bukankah Rasulullah Shalallahu “Alaihi Wassalam Bersabda : ” Tidak boleh seorang wanita safar (diucapkan 3 kali) kecuali bersama mahram” ( HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar  Radiyallahu ‘Anhu ). Maka kita katakan, kita menginginkan seorang istri yang sholehah. Yang taat kepada Allah dan Rasul Nya, menjauhi kesyrikan, bid’ah, demokrasi, pemilu, partai dan kemaksiatan lainnya.
Adapun jika mereka bertaubat kepada Allah dengan taubatan nashuha (sebenarnya), meninggalkan jama’ah ikhwanul muslimin dan berpegang teguh kepada manhaj ahlus sunnah wal jama’ah. Maka bagi mereka adalah ayat ini
إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَحِيمًا
” Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikkan. Allah Ghafuuran ( yang maknanya Maha Pengampun ) dan Rahiiman ( lagi Maha Penyayang ) ” ( Qs. Al Furqan : 70 )
Cerpen :
“Waduh, merampas, kesannya kasar banget. Jangan gitu akhi. Kalau alasan kenapa mereka tidak memilih akhwat salafy, ana tidak tahu, mungkin memang kurang stock?” jawab Ridwan.
“Atau mungkin karena ekstrim juga!?”, timpalku langsung.
“Hush!!! Sembarangan!”, cegah Ridwan atas komentarku.
Maka Kita katakan :
Siapa yang mengatakan kami tidak memilih akhwat salafi, secara umum ikhwan salafi menikah dengan akhwat salafi. Adapun kurang stock insya Allah tidak, diantara buktinya banyak dari ikhwan salafi yang menjalankan sunnah poligami. Perkataan Ibnu Abd Muis ” Atau mungkin karena ekstrim juga” ini salah satu bukti lagi atas kesembarangan Ibnu Abd Muis, yang ana ngga habis pikir cerpen ngawur kaya gini sudah gitu ditulis oleh orang sembarangan banyak dipasang di bolg-blog ikhwani..!! Innaalillahi wainnailaihi Raajiuun
wahai Ibnu Abd Muis kalau bicara itu yang benar,  jangan melemparkan istilah kepada akhwat yang konsiten terhadap agamanya, memakai hijab dan cadar dengan ekstrim. Kenapa ngga mengunakan dengan istilah iltizam atau istiqamah atau istilah yang syar’i lainnya. Ini yang pertama. Yang kedua : jangan engkau samakan akhwat salafi dengan akhwat ikhwani, dimana letak persamaannya akhwat salafi tidak mendengar nasyid adapun akhwat ikhwani tidak hanya dengar bahkan sebagian dari mereka ada yang mendatangi konsernya, akhwat salafi tidak pernah berdemo adapun akhwat ikhwani jangan tanya, akhwat salafi tidak sibuk dengan demokrasi, pemilu dan partai adapun akwat ikhwani kalian tahu sendiri bahkan ada calon legeslatif darinya….!!!
Cerpen :
“Assalamu’alaikum”, tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu.
“Wa’alaikum salam ustadz. Ana fikir ustadz sudah pulang. Afwan, kita terlalu rame ya?” jawabku spontan atas sapaan salam ustadz Azri, ketua DPC kami yang tiba-tiba keluar dari balik pintu secretariat.
“Hemm… afwan dari tadi ana mencuri-curi dengar sambil senyum di dalam,” selorohnya pada kami sambil ikut duduk di bangku bambu tepat di sebelah kiriku. “Sepertinya seru juga diskusinya,” lanjutnya lagi,”Memang tidak ada habisnya kalau membicarakan salafy”. Aku cuma senyum, agak sedikit malu karena kesewotanku didengar beliau.
“Begini akhi, apa yang sudah akhi Ridwan katakan itu benar, akhwat tarbiyah itu memang super. Tapi kalau mereka kurang stock akhwat ana juga nggak yakin. Apalagi kalau alasannya seperti yang antum omongin tadi. Yang pasti, kemungkinan alasannya, ini pun baru menurut ana loch. Karena seorang yang telah tarbiyah dan telah mengikuti amal jama’i di dalam jamaah ini, yang telah tahu karaktristik manhaj ini dengan baik dan mendalam, selalu berhusnudzan terhadap qiyadah, pasti telah memiliki pondasi yang bagus tentang keislaman mereka. Mulai dari Al-Qur’an dan ulumul Qur’an, Hadist dan ulumul hadits, Aqidah Islam, Fiqih, Sirah, akhlaq, kepribadian muslim, dan lain sebagainya. Belum lagi ditambah dengan materi-materi yang berhubungan dengan pengembangan diri mereka, seperti bagaimana mengelola waktu, bagaimana berkomunikasi efektif, managemen organisasi, urgensi kaderisasi dan lain-lain.
Tak ketinggalan sampai kepada pembahasan dakwah dan pemikiran islam serta materi yang membahas social kemasyarakatan.”
“Intinya mah tinggal poles dikit gitu ya ustadz?”, timpalku lurus.
Ustadz Azri cuma senyum denger ucapanku, “Itupun baru tarbiyah tingkat pemula loch
Maka Kita Katakan
Duh…., jauh sekali ustadz dengan kenyataannya, walau sudah ditarbiyah bertahun-tahun masalah yang paling pokok saja mereka tidak tahu, Allahu Mustaa’an, apalagi mengetahui ilmu Al Qur’an, bagaimana, mereka mengetahui ilmu Al Qur’an kalau secara umum murobbi mereka menafsiri Al Qur’an semaunya, menurut akalnya, karena mereka tidak ihtimam (memberikan perhatian yang sangat) kepada Ilmu Al Qur’an Dan As-Sunnah, mereka sibuk dengan berita, politik dan yang lain. Mereka tidak tahu kalau Al Qur’an itu harus ditafsiri dengan Al Qur’an atau dengan sunnah atau dengan perkataan sahabat dan tabiin atau dengan lughah (bahasa) (silahkan lihat penjelasan ini di Ushulut Tafsir Ibnu Utsimin), apalagi ilmu hadist, orang para ustadz dan murobinya saja ngga ihtimam bagaimana mad’unya, minimal mereka tahu perbedaan antara hadist shahih dan dhaif dan memberikan perhatian kepadanya didalam ilmu amal dan dakwahnya, Ini yang tidak ada di firqah ikhwanul muslimin, walau sudah tahunan ditarbiyah. Sampai perkara aqidah saja mereka lalaikan, sudah tahunan ditarbiyah ditanya Allah berada dimana, ngga bisa jawab dengan benar, pengertian tauhid dan pembagiannya saja ngga tahu. Apalagi fiqih begitu juga sirah yang shahih (yang benar) mereka jauh darinya. Kalau akhlaq, dengan melalaikan tauhid dari pengilmuan menyebabkan mereka terjatuh kepada pelanggaran tauhid apakah bisa dikatakan mempunyai akhlaq yang baik  kepada Allah, terjatuh nya mereka kepada bidah partai, maulud dan tidak I’tibanya mereka dalam berdakawah menunjukkan akhlaq mereka kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam perlu dibenahi, tasyabuhnya mereka dengan orang kafir dengan berdemokrasi dan demostrasi, begitu juga sering nyanyi ala sufiyah (baca -nasyid ) bahkan dengan membuat konser nasyid menunjukkan jauhnya mereka dari kepribadian seorang muslim. Inilah buah dari tarbiyah ikhwani.
Adapun yang berkaitan dengan mengelola waktu, apakah bagi kalian baiknya seseorang dalam mengelola waktu dengan membagi, waktu untuk demonstarsi, waktu untuk bernasyid, waktu untuk berkampanye dengan melalaikan dari ilmu dan kewajiban agama lainnya. Innaalillahi Wainnaailahi Raajiuun
Cerpen :
Kalau seluruh kader sabar dalam halaqahnya, pasti mereka menjadi muslim mandiri. Tidak malas-malasan. Kritis. Rajin menghadiri kajian Islam. InsyaAllah, mereka jadi kader sejati, yang tidak mudah terombang-ambing.”
Maka kita katakan :
Orang yang tidak ditarbiyah dengan Al-Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafush shalih adalah orang yang paling mudah terombang ambing.Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Aku tinggalkan bagi kalian, jika kalian berpegang teguh diatasnya kalian tidak akan tersesat setelahku, yaitu kitabullah dan sunnahku “ (HR. Hakim dishahihkan Oleh Syaikh Al Al Bani )
Berkata Syaikh Abdullah Bin Muhammad Bin Husain An Najmi : ” Dan sesungguhnya pokok kesesatan ikhwanul muslimin dan selainnya dari manhaj-manhaj dakwah adalah disebabkan jauhnya dari kitabullah, sunnah Rasulullah Shalallahu “Alaihi Wassalam dan dari petunjuk salaful ummah serta mengikuti hawa ” ( Jam’u Sataat fiima Kutiba ‘anil ikhwaani Minal Mulaahadhoot, Syaikh Abdullah Bin Muhammad An Najmy : 98, Taqdim Syaikh Ahmad An Najmi Rahimahullah )
Wahai… Ibnu Abd Muis lihatlah para tokoh kalian terombang ambing dalam kesesatan, seperti Hasan Al Bana tersesat didalam kelamnya kesyirikan dan bidah ketika dia mengucapkan bahwa nabi Muhammad dapat mengampuni dosa diacara maulud, kesesatan selainnyapun dia lakukan, Sayid Quthub tenggelam di kelamnya kesesatan pemahaman takfir sebagaimana yang dikatakan oleh para tokoh mereka sendiri, adapun Said Hawa teracuni bidahnya tasawuf, kalau Qardawi termakan oleh kesesatan demokrasi, membolehkan musik, gambar dan lainnya.
Cerpen :
“Oh, gitu ya ustadz”, tanyaku takjub, “Loch, lantas kenapa orang-orang Salafy yang ana temui, sebagian besarnya bercerita bahwa mereka mantan tarbiyah,” timpalku lebih lanjut.
Maka aku katakan :
Termasuk ana mantan tarbiyah, Al hamdulillah ana keluar dari ikhwanul Muslimin dan mengenal manhaj salaf. Semoga Allah memberikan keistiqamahan kepada ana dan semoga Allah selalu memberikan taufiq kepada ana dan seluruh ahlus sunnah untuk memperingatkan ummat dari kesesatan jama’ah ikhwanul muslimin dan dari kesesatan jama’ah yang lainnya ikhlas mencari keridhaan Nya semata.
Cerpen :
“Coba dech, antum perhatikan. Sebagian mereka, apakah mantan tarbiyah, atau mantan Jamaah Tabligh atau mantan jamaah lainnya. Pasti ceritanya selalu tentang kekurangan. Ya, merekalah orang-orang yang selalu melihat kekurangan yang dimiliki orang lain
Maka kita katakan :
Bukan kekurangannya tapi kesesatannya, wajib bagi kita yang memiliki kemampuan untuk menjelaskan kesesatan ikhwanul muslimin, jama’ah tabligh, hizbut tahrir dan yang lainnya sebagai nasehat untuk umat.
Dari Abu Ruqayah Tamiim Bin Aus Ad-Daari bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassam bersabda : ” Agama adalah nasehat ” kami (para sahabat) berkata untuk siapa wahai Rasulullah, Rasulullah berkata : untuk Allah, Rasul Nya kitabNya, para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin seluruhnya “ (HR. Muslim)
Cerpen :
Mereka belum paham karakteristik dari tarbiyah itu sendiri
Maka kita katakan
Perkataan ini sangat cocok dialamatkan untuk kalian yang tidak paham dan memberikan perhatian terhadap inti dakwah para Rasul, yaitu mendakwahkan kepada tauhid dan memperingatkan ummat dari perbuatan syirik, kepada perkara inilah serta syariat yang lainnya ummat ditarbiyah. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
” Dan sunnguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap ummat (untuk mendakwahkan) sembahlah Allah dan jauhilah thagut “ ( Qs. An Nahal : 36 ) Berkata Syaikh ‘Al ‘Alaamah Shaleh Al Fauzan Hafidzahullah : ” Faedah yang dapat diambil dalam ayat ini bahwasannya hikmah dari diutusnya para Rasul adalah dakwah kepada tauhid dan melarang dari perbuatan syirik “ ( Al Mulakhos Syarh Kitab Tauhid : 11 )
Lihat wahai Ibnu Abd Muis….., kepada tauhid bukan kepada demostrasi bukan kepada pemahaman khawarij, bukan kepada nasyid bid’ah ala sufiyah, partai, cerpen fiksi, perkataan para politikus dan hal yang tidak bermanfaat lainnya.
Cerpen :
Mereka adalah orang-orang yang tidak shabar
Maka kita katakan
Keshabaran adalah dengan mentaati Allah dan Rasul Nya, dengan meniti jalan yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul Nya didalam ilmu amal dan dakwah, Al Hamdulillah salafi insya Allah orang yang shabar karena mereka berpegang teguh terhadap Al Qur’an dan As Sunnah atas pemahaman salafus shalih didalam ilmu, amal dan dakwah. Karena kami yakin tidak akan jaya ummat ini kecuali dengan apa yang menjadikan umat terdahulu menjadi jaya, yaitu dengan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As Sunnah diatas pemahaman mereka. Ihtiman dengan dakwah tauhid dan memperingatkan ummat dari perbuatan syirik, berpegang teguh kepada sunnah dan memperingatkan ummat dari perbuatan bidah dan maksiat, dan istiqamah dalam ketaatan dan manhaj yang haq ini. Adapun kalianlah wahai ikhwanul muslimin yang tidak shabar. Sehingga berdakwah dengan menyelishi manhaj nubuwah dengan anggapan lebih cepat mencapai kepada keberhasilan dan kejayaan yang akhirnya berujung kepada pembantaian ikhwanul muslimin dialjazair, mesir akibat pembrontakan yang dilakukan oleh ikhwan kalian di negara tersebut.
Cerpen :
Mereka adalah orang-orang yang selalu membutuhkan motivasi dari luar. Mereka adalah orang-orang yang tidak mau mengembangkan ilmu mereka dengan potensi yang mereka miliki untuk berkontribusi kepada umat
Maka kita katakan
Al Hamdulillah salafi sibuk dengan dakwah tauhid, memperingatkan ummat dari kesyrikakan dan dari bid’ah serta dari maksiat dengan lisan dan  perbuatan mereka, Insya Allah ini adalah kontribusi salafi kepada ummat, adapun kalian apa kontribusi kalian kepada ummat, kalian ajak ummat berdemontrasi, kalian ajak ummat untuk membenci pemerintah, kalian ajak ummat berpartai, kalian ajak ummat untuk bernyanyi dengan konser nasyid kalian….!!!
Lihatlah kontribusi kalian kepada umat, pembantaian yang dilakukan pemerintah akibat pembrontakan partai FIS di Aljazair.
Lihatlah apa yang terjadi dimesir, pembantaian yang dilakukan pemerintah akibat pembrontakan yang dilakukan oleh ikhwanul muslimin di mesir ribuan kaum muslimin jadi korban inilah kontribusi ikhwanul muslimin kepada ummat.
Demi Allah wahai Ahlu Sunnah jika kalian perduli terhadap ummat ini dakwahkan ummat ini kepada tauhid dan peringatkan dari perbuatan syirik, dakwahkan kepada sunnah dan peringatkan ummat dari bid’ah, serta peringatkan ummat ini dari kesesatan jamaah ikhwanul muslimin dan firqah – firqah sesat lainnya
Cerpen :
Tapi saksikanlah akhi. Mereka hanya akan ghirah di awal. Mereka tidak akan bertahan lama. Karena hanya sebagian kecil saja dari mereka yang memiliki jiwa ikhlas seperti Abu Zainuddin” jelas Ridwan panjang lebar
Maka kita katakan
Berkata Syaikh Al ‘Alaamah Muhammad Bin Shaleh Al Utsaimin Rahimahullah : ” Ikhlas kepada Allah maknanya adalah : Seseorang memaksudkan amal ibadahnya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah dan dalam rangka mencapai kebahagian di negeri akherat ” (Syarh Al Ushulus Sittah : 112) maka wajib bagi kita untuk selalu mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah semata didalam ibadah kita dan didalam amar ma’ruf nahi mungkar kita dan didalam menjelaskan ummat tentang kesesatan jamaah ikhwanul muslimin. Tidak seperti Abu Zainuddin dan yang semisalnya yang diam seribu bahasa terhadap kesesatan jamaah ikhawnul muslimin, bahkan bermesraan dengan jamaah ini. Tidaklah sebuah alamat dari keikhlasan seseorang dengan diamnya terhadap kesesatan jamaah ikwanul muslimin atau jama’ah sesat lainnya. sama sekali tidak…!!!
Cerpen
“Sudah akhi Ridwan jangan diteruskan. Tidak baik akhi, ada baiknya kalau kita selalu berusaha untuk membersihkan hati kita” pinta ustadz Azri berusaha memutus penjelasan Ridwan
Maka kita katakan
Benar kita harus selalu berusaha sepanjang hidup kita membersihkan  hati kita sebagaimana Allah T’ala berfirman
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
” Sungguh beruntunglah orang-orang yang mensucikan diri “ ( Qs. As Syams : 9 )
Berkata Syaikh Al ‘Alaamah Abdurrahman As Sa’di Rahimahullah : ” yaitu membersihkan dirinnya dari dosa-dosa dan mensucikannya dari kejelekan-kejelekan dan memperbaikinya dengan ketaatan kepada Allah dan meninggikan dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih( Taisirur karimurrahman pada ayat ini )
Dan cara yang benar menurut Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman salafus shalih didalam membersihkan hati kita, didalam mentazkiyah diri kita adalah dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya dari kesyirikan, bid’ah, kesesatan dan maksiat, diantara salah ketaatan untuk membersihkan hati kita adalah dengan memperingatkan ummat dari kesesatan karena Allah dan diantara kesesatan adalah manhaj Ikhwanul Muslimin.
Cepen
“Antum sendiri sudah sampai mana materi halaqahnya,” tanya ustadz Azri, ketua DPCku tiba-tiba.
“Ups!”, agak kaget. “Hik..hik.. ana baru enam bulan ustadz, baru juga masuk materi akidah tauhid,” jawabku malu sambil cengengesan.
Maka kita katakan
Berkata Syaikh ‘Al ‘Alamah Abdul Aziz Bin Baaz Rahimahullah : ” Harokah Ikhwanul Muslimin telah dikritik oleh para ahlul ‘ilmi yang mu’tabar (terkenal) dikarenakan mereka tidak memperhatikan masalah da’wah kepada tauhid dan mengingkari syirik serta bid’ah. Mereka mempunyai cara tersendiri yang mengurangi semangat dalam dakwah kepada tauhid, dan tidak mengarahkan kepada aqidah yang shahih yang dimana dakwah ahlus sunnah berada diatasnya. Maka sewajibnya bagi Ikhwanul Muslimin untuk memperhatikan da’wah Salafiyah da’wah kepada tauhid, mengingkari ibadah kepada kubur-kubur, ketergantungan kepada orang mati dan meminta pertolongan kepada orang-orang yang sudah mati seperti Hasan, Husein, Badawi dan sebagainya.Wajib bagi mereka untuk mempunyai perhatian kepada perkara yang paling pokok ini, dengan makna Laa Ilaaha Illallah Karena inilah pokok agama dan sesuatu yang pertama kali didakwahkan oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam di kota Mekkah berdakwah kepada tauhid kepada makna Laa ilaaha illallah, banyak dari kalangan ahlu ilmi (ulama –penj) mengkritik ikhwanul muslimin dalam permasalahan ini. Yaitu tidak adanya semangat dalam berdakwah kepada mentauhidkan Allah dan mengikhlaskan ibadah kepadanya. Dan mengingkari apa yang dilakukan orang-orang bodoh dari ketergantunagn kepada orang mati dan memohon pertolongan kepadanya, bernadzar dan menyembelih kepada mereka, yang merupakan perbuatan syirik besar. Demikian juga mereka dikritik dengan tidak adanya perhatian kepada sunnah, kepada hadist yang mulia dan apa – apa yang salaful ummah  berada diatasnya dari hukum-hukum syariat  “ ( sebagaimana dalam majalah Al-Majalah edisi 806, dinukil dari Jam’u Sataat fiima Kutiba ‘anil ikhwaani Minal Mulaahadhoot, Syaikh Abdullah Bin Muhammad An Najmy : 21 ) Maka kalau kita lihat potret ikhwanul muslimin di indonesia sangat jelas sekali akan kelalaian mereka terhadap dakwah para Rasul. Coba kita tengok majalah sabili yang menjadi corong dakwah mereka puluhan tahun telah terbit apakah ada materi yang membahas masalah aqidah atau tauhid,  puluhan tahun telah terbit untuk mendapatkan satu artikel tauhid saja kita akan kesulitan mendapatkanya dari majalah sabili tersebut, kalau bukan pelalaian terhadap dakwah para Rasul apa namanya ini,  belum lagi majalah yang lain An Nida atau Tarbawi atau yang lainnya…!!!!, coba kita tengok di ceramah – ceramah mereka atau di kaset kaset  mereka atau dikampanye – kampanye mereka adakah yang membahas keberadaan Allah diatas langit adakah yang membahas menyembelih untuk selain Allah hukumnya syirik, adakah yang membahas hukum mempercayai ramalan bintang atau sekedar kajian politik atau kajian yang tercampur dengan berbagai syubhat dalam aqidah atau dalam manhaj dan yang lainnya dengan melalaikan dakwah tauhid…!!!! itulah mereka melalaikan dakwah para Rasul.
Cerpen
“Ya, kalau boleh dibilang anak ingusan di tarbiyah githu… hehehe…,” ujarku berusaha membela diri.
Maka kita katakan
Itulah engkau wahai Ibnu Abd Muis anak ingusan, sebagaimana kata dirimu sendiri, lebih baik engkau belajar Dien yang shahih dengan pemahaman yang benar dari pada nulis cerpen yang ngga karuan seperti ini, tanpa didasari ilmu dan keadilan. Allah Ta’ala berfirman
وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
” Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani semua itu akan diminta pertanggungjawabannya “ (Qs. Al Isra : 36 )
Rasulullah bersabda ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkatalah yang baik atau diam “ (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairoh Radiyallahu ‘Anhu )
Cerpen
“Tapi kayanya antum sudah lama ikut aktifitas amal jamai ya?” tanya ustadz Azri kepadaku. “Soalnya ana sering lihat antum di berbagai tempat kegiatan bakti social, nggak cuma di DPRa antum saja?”
“Iya, ustadz, ana sibuk banget. Kerja, dari pagi sampe malem. Maklum kuli.. hehehe… Takut halaqahnya nggak serius, jadi ana fikir biar ana aktif di kegiatan social kemasyarakatannya saja, ternyata tarbiyah point utamanya. Sekalipun agak terlambat, nggak apa-apa lach”
“Nah, ini dia ustadz, salah satu penyebab akhwat-akhwat kita keburu dinikahi ikhwan bukan tarbiyah,” tuduh Ridwan kepadaku.
“Maksudnya?”, tanyaku bingung.
“Ya, antum ini lah salah satu penyebabnya. Sudah kerja, punya kendaraan, manager pula status di kantornya. Masih juga belum mau nikah. Jangan marah dong kalau akhwat tarbiyah dinikahi sama ikhwan salafy. Antum terlalu idealis sih”, tuding Ridwan lagi kepadaku.
Aku makin mati kutu dibilang begitu, “Afwan, afwan akhi, ustadz, ana nggak idealis kok. Ana tidak pernah terpikir, kalau ana punya kriteria khusus terhadap akhwat yang akan ana nikahi. Masalahnya beda. Ini masalah target masa depan. Masa akhwatnya hebat ikhwannya jeblog, nanti ana malu khan. Dan ana juga nggak mau pusing, gara-gara mikirin uang untuk resepsi, untuk lahiran, pendidikan anak, makan sehari-hari dan lain sebagainya,” jelasku membela diri.
“Memang antum usianya berapa sekarang?” tanya ustadz Azri sambil nepuk-nepuk bahuku.
“Seperempat abad lebih dikit ustadz”, jawabku. “Belum tua banget khan?” tanyaku langsung kepada beliau.
Beliau cuma tersenyum dan berkata, “Belum, belum tua kok.” Sementara Ridwan ketua DPRaku sudah pegang perutnya menahan geli.
“Loch, antum kenapa? Kok kayanya geli banget dengar umur ana seperempat abad?” tanyaku ke Ridwan bingung.
Ustadz Azri menepuk lututku, “Dulu, waktu ana nikahi istri ana, ana baru berumur sembilan belas tahun akhi. Masih kuliah di LIPIA” terangnya sambil tersenyum teduh.
“Hah…” ternganga aku sambil takjub. “Sembilan belas tahun! Masih muda banget ustadz. Waduh, ana ketuaan dong ya?”
“Bukan tua lagi mas, udah engkong-engkong,” canda Ridwan sambil terus pegangi perutnya menahan geli dan “Ana aja udah punya anak dua waktu umur segitu”.
“Ya ampun, jangan-jangan hampir sebagian besar ikhwan kita seperti ana kali ya!” sergah aku masih dalam keadaan terkejut. “Pasti ustadz anak orang kaya kan, jadi kalau bingung dengan masalah keuangan tinggal minta bantuan?” tanyaku sambil terus berusaha membela diri.
“Alhamdulillah, ana di Jakarta sendirian akhi. Orang tua ana di Padang Pariaman. Di Kampung. Waktu itu ana tinggal di tempat paman ana. Ya sambil bantu-bantu beliau, ana juga jualan buku-buku Islam sambil kuliah di LIPIA karena ana yakin
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Qs. At-Thalaaq: 3)
” jelasnya panjang lebar sambil berusaha meyakinkan aku.
“Waduh, malu banget ana nih ustadz. Ana yakin, ikhwan-ikhwan kita memang terlalu idealis, bertahan dengan kejombloannya, karena terlalu khawatir seperti ana. MasyaAllah….”
“Makanya itu akhi, antum jangan sewot kalau akhwat-akhwat tarbiyah dinikahi ikhwan-ikhwan salafy. Nggak ada pilihan lain, sekalipun mungkin mereka tidak mau, tapi daripada jadi khawatir kali. Mau dibilang apa?” tuding Ridwan lagi kepadaku
Maka kita katakan
Itulah engkau wahai ibnu Abd Muis menunda nikah tanpa alasan syar’i sudah begitu dzalim dengan menuduh ikhwan salafi merampas akhwat tarbiyah, mereka akhwat tabiyah yang senang dan ridha kalau ikhwan salafy menjadi suaminya, bahkan dengan sebab menikahnya mereka dengan ikhwan salafi mereka mendapat hidayah dengan keluar dari jamaah ikhwanul muslimin. Lengkaplah kebahagian mereka, mendapat suami yang mereka senangi dan mendapat hidayah….!!! adapun engkau masih bertahan dengan kejombloanmu dan berada di Jama’ah Khawarij. Berkata Syaikh ‘Al ‘Alaamah Al Muhadist Ahmad Syaakir Rahimahullah : ” Al Ikhwanul Muslimin khawarij jaman ini “ (Majalah Al Ishaalah, ke 40 dinukil dari Ar Risalah Al Kubra Ila Akhi Al Muntadzim fi Jama ‘atil Ikhwanil Muslimin, Syaikh Ali Rajihi Hal ; 152 )
Cerpen
“Ya, iya juga sich, mungkin salah ana juga kali ya,” jawabku lirih.
“Ya, nggak salah antum aja, tapi semua ikhwan tarbiyah yang punya kekhawatiran berlebihan seperti antum, antum niatkan saja untuk segera menikah. Ana ada chanel nih. Antum mau nggak ana kenalin. Mad’unya istri ana,” tawar ustadz Azri serius sambil terus tersenyum, “Kayanya cocok dech sama antum”.
“Aduh ustadz, tapi ana tetep nggak bisa terima. Kalau mereka mau menikahi akhwat tarbiyah, jangan matikan dakwah mereka juga dong.
Maka kita katakan
Dakwah kepada apa….?!!, dakwah kepada tauhid …??!! dakwah kepada sunnah…??!! atau kepada pemahaman khawarij, atau kepada demokrasi atau kepada nasyid atau kepada partai atau kepada kesia-sian dengan melalaikan dakwahnya para Rasul….!!!
Al Hamdiulillah dengan menikahnya sebagian akhwat  tarbiyah dengan sebagian kecil ikhwan salafi menjadikan dia kenal dakwah yang haq dakwah Ahlus sunnah, sehingga sebagian mereka menjadi aktif saling tolong menolong  dengan akhwat salfiyiin lainnya didalam ilmu, amal dan dakwah.
Allah Ta’ala berfirman
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
” dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan “ ( Qs. Maidah : 2 )
Cerpen
Enggak sopan tuh namanya. Kita yang bangun dia yang nikmatin. Standard ganda banget sich! Manhajnya di benci, tapi akhwatnya doyan!
Maka kita katakan
Membangun apa….??!!, membangun pemahaman para muslimah dengan menyakini demo sebagai jihad…..??!! membangun dengan tulisan dan lisan agar para muslimah membenci pemeritah kaum muslimin, mengajak para muslimah berkampanye, memalingkan muslimah dari perkara  tauhid kepada politik, demokrasi, partai dan segala  kesibukkan didalamnya…..!!!! Inalillahi wainailahi Rajiuun, inilah sebagian dosa kalian terhadap muslimah…. wahai muslimah sadarlah… !!!! dimana ilmu kalian terhadap aqidah shahihah ??!!! dimana kalian tehadap fiqih ibadah…???!!! dimana kalian dengan ilmu syar’i yang berkaitan dengan kewanitaan …??!! jika kalian ingin membela islam dan kaum muslimin maka belalah dengan ilmu amal dan dakwah kepada dien yang haq, bukan kepada kesesatan demokrasi bukan kepada kebid’ahan partai keadilan bukan kepada  konser nasyid bukan dengan turun kejalan dan demonstrasi…!!!!, “
Dan perkataamu ” tapi akhwatnya doyan…” ??!!. saya melihat antum perlu diruqyah, supaya kebencian dan hizbiyah ikhwan hilang dari dirimu dengan idzin Allah. Mereka yang sama-sama suka, mereka akhwat tarbiyah ridha dan senang dinikahi dengan sebagian kecil ikhwan salafi, mereka sangat senang mendapat seorang suami yang sesuai dengan keretrianya yang dengan sebab pernikahan itu mereka  mendapat penjelasan tentang manhaj yang  haq  dan mendapat penjelasan tentang kesesatan firqah ikhwanul muslimun.
Cerpen
Atau ana aja yang nikahin akhwat Salafy ya ustadz, biar mereka jadi baik hati dan lembut. Kan impas tuch!” ujarku kesel.
Maka kita katakan
Innaalilahi wainnailahi Raajiuun, seorang menjadi baik jika terbimbing dengan ilmu yang haq, ilmu Al Quran dan As Sunnah diatas pemahaman salafus shalih dengan diamalkan secara dhohir dan bathin. Maka sebaliknya seseorang dikatakan jahat dan berhati keras jika berbuat maksiat diantara perbuatan maksiat adalah demokrasi, demostrasi, nasyid sufi ala ikhwani dan yang lainnya yang ada di firqah (kelompok) ikhwanul muslimin. sangat memungkinkan jika seorang akhwat salafi  menikah dengan seorang Ibnu Abd Muis atau yang semisalnya menjadi seorang yang keras hatinya dan kasar, dengan diajak berlaku kasar kepada pemerintah dengan berdemo di depan bundara HI, atau keras hati dengan memaksiati Rabbul ‘Alamin dengan aktif di penyimpangan yang ada di jama’ah ikhwanul Muslimin yang Ibnu Abd Muis ada didalamnya….!!!
Cepen
“Astaghfirullah akhi, sudahlah, jangan dipikirin yang kaya gitu. Pasti semuanya ada hikmahnya. Baik buat kita maupun buat mereka. Jangan biarkan ketidaksukaan antum terhadap mereka membuat antum tidak adil.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. Al-Maidah: 8 )
Maka kita katakan
Benar, semuanya ada hikmahnya diantara hikmahnya mereka keluar dari jamaah Ikhawnul muslimin dan berpegang teguh kepada manhaj Salaf.
Cerpen
Kita do’akan, sekalipun mereka tidak beramal jama’i lagi dengan kita, mudah-mudahan ghirah dakwah mereka tidak mati.
Maka kita katakan
Kami Ahlu sunnah menginkari amal jama’i yang menyelisihi syariat, seperti yang ada pada jamaah ikhwanul muslimin dari tolong menolong dalam demokrasi, didalam partai, didalam demo, didalam konser nasyid didalam memalingkan ummat dari Al Qur’an dan As Sunnah kepada koran, berita politik dan semisalnya. Insya Allah sebagian akhwat tarbiyah yang telah menikah dengan ikhwan salafi menjadi salafiyyah yang istiqamah yang semangat didalam ilmu amal dan dakwah, semangat dengan suaminya didalam tolong menolong dalam ketaatan, begitu juga semangat dengan akhwat salafiyah lainnya didalam ilmu amal dan dakwah. Allah Ta’ala berfirman
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
” dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan “ ( Qs. Maidah : 2 )
Rasulullah shalallahu ‘Alaihi wassalam bersabda : ” Orang mukmin dengan mukmin yang lainya seperti bangunan yanng saling memperkuat satu dengan yang lainnya “ ( HR. Bukhari dari Abu Musa Al Asy’ari)
Cerpen
Ya minimal beribadah untuk suami dan keluarga mereka, kan sama saja, sementara mantan murabiyyah mereka mendapat pahala atas ilmu yang bermanfaat bagi mereka” terang ustadz Azri bijak.
Maka kita katakan
Jika sesuai syariat dan dibarengi dengan niat yang ikhlas diharapkan mereka mendapat pahalanya, begitu juga berhak mendapat dosa terhadap kesesatan yang para murobiyah tanamkan kepada para muslimah. Dari demokrasi mengajak kampanye dan yang lainnya
Cerpen
“Iya, ya.. nggak ada untungnya buat ana. Itu sudah menjadi tanggung jawab mereka masing-masing. Mending ana focus ngurusin pekerjaan ana dan dakwah ana di manapun ana berada”, sadar
Maka kita katakan
Dakwah kepada apa wahai Ibnu Abd Muis, kepada kesesatan, kepada demokrasi kepada mendemo pemerintah kepada cerpen fiksimu ini, kepada belajar bohong…??!!! Orang seperti antum berdakwah mau jadi apa umat ini mau dibawa kemana umat ini…??!! mau dibawa kepada kesesatan ikhwanul muslimin, mau dibawa kepada kegelapan kebodohan….!!!  Allah Ta’ala berfirman
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ المُنْكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ المُفْلِحُونَ
” Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan , menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar dan mereka itulah orang-orang yang beruntung “ (Qs. Ali Imran : 104)
Bagaimana antum akan menyuruh yang ma’ruf kalau ngga tahu yang ma’ruf begaimana antum akan memperingatkan dari yang mungkar kalau ngga tahu itu sebuah kemungkaran. Ditambah lagi engkau seorang yang bermanhaj menyimpang, berkata Ibnu Sirin Rahimahullah : ” Sesungguhnya ilmu ini (ilmu sannad dan yang berkaitan dengannya) merupakan bagian dari ilmu agama, perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian” ( silahkan lihat muqadimah  Shahih Muslim, Hal 19 Dar Ibnu Hazm )
Wahai Ibnu Abd Muis inilah catatan ringan dariku, sebagai bentuk pengingkaran atas kemungkaran yang ada pada cerpenmu, dan sebagai nasehat untuk ummat tentang kesesatan jama’ah ikhwanul muslimin yang engkau berada didalamnya
Cerpen
ana focus ngurusin pekerjaan ana dan dakwah ana di manapun ana berada”, sadar
“Jangan lupa! bukan cuma ngurusin pekerjaan dan dakwah aja, tapi tuh, tawaran ustadz Azri diterima nggak, prediksinya cocok sama antum soalnya,” ingat Ridwan sambil rangkul bahuku.
Aku cuma mengangguk tanda setuju, sambil terus menyembunyikan malu.
“Loch, dengan akhwat Salafynya gimana?”, canda ustadz Azri, lanjutnya “Ada-ada aja antum.”
Dan aku makin menunduk malu.
Selesai….
Maka kita katakan :
Iya seharusnya engkau malu dengan cerpen ngga karuanmu ini, dengan kebodohan, kedzaliman dan kesesatan yang ada dicerpenmu ini, karena malu mengantarkan kepada kebaikan. Sebagaimana dalam sebuah hadist yang di riwayatkan dari Imran Bin Husain Radiyalahu ‘Anhu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalm bersabda : ” Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan “ ( HR. Bukhari ). Atau engkau tidak punya rasa malu lagi ?
Inilah catatan ringanku pada cerpen ini, sebagai bentuk amar’ ma’ruf nahi mungkar dan nasehat kepada ummat tentang kesesatan manhaj ikhwanul muslimin.

Penulis: Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Al Jakarty